Logo
>

IEA Prediksi Pasar Minyak Menuju Surplus Besar, Apa Dampaknya bagi Harga?

IEA memproyeksikan pasar minyak dunia mengalami surplus 5,05 juta barel per hari pada 2027 karena pasokan tumbuh jauh lebih cepat dari permintaan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
IEA Prediksi Pasar Minyak Menuju Surplus Besar, Apa Dampaknya bagi Harga?
Ilustrasi surplus minyak pada 2027. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Proyeksi terbaru Badan Energi Internasional (IEA) mengungkapkan, pasar minyak dunia berpotensi mencatat surplus sekitar 5,05 juta barel per hari pada 2027. Dalam laporan pasar minyak bulanannya yang dirilis Rabu, 17 Juni 2026, IEA memperkirakan pasokan minyak global akan meningkat sekitar 8 juta barel per hari hingga 2027.

Sementara itu, permintaan minyak dunia diproyeksikan hanya bertambah sekitar 2 juta barel per hari dalam periode yang sama. Selisih antara pertumbuhan pasokan dan permintaan tersebut membuat pasar minyak berpotensi mengalami kelebihan pasokan dalam beberapa tahun mendatang.

Kondisi itu menjadi perubahan besar di tengah kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik dan ketegangan di Timur Tengah.

IEA menilai sebagian besar tambahan pasokan akan berasal dari peningkatan produksi negara-negara produsen utama, termasuk kemungkinan pulihnya ekspor minyak Iran apabila kondisi geopolitik berkembang sesuai asumsi yang digunakan dalam proyeksi tersebut.

Proyeksi tersebut muncul ketika pelaku pasar masih mencermati dampak konflik di Timur Tengah dan risiko terhadap jalur distribusi energi global, termasuk Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia.

Dalam laporan yang sama, IEA menyatakan bahwa pertumbuhan pasokan minyak global hingga 2027 akan jauh melampaui pertumbuhan konsumsi. Menurut IEA, pasokan minyak global diperkirakan bertambah sekitar 8 juta barel per hari hingga 2027, sedangkan permintaan hanya meningkat sekitar 2 juta barel per hari.

Kondisi tersebut menunjukkan produksi minyak tumbuh hampir empat kali lebih cepat dibandingkan kenaikan permintaan. Situasi itu berpotensi menciptakan tekanan terhadap harga minyak karena pasar harus menyerap tambahan pasokan yang jauh lebih besar dibandingkan kebutuhan konsumsi.

IEA juga memperkirakan sebagian besar pertumbuhan pasokan akan berasal dari negara-negara produsen utama yang terus meningkatkan kapasitas produksinya di tengah perlambatan pertumbuhan permintaan energi global.

Dengan pasokan yang melimpah, pasar minyak diperkirakan beralih dari kondisi penarikan stok menuju peningkatan cadangan minyak global. Situasi seperti itu biasanya mengurangi tekanan kenaikan harga dan membuat pasar memiliki bantalan yang lebih besar terhadap gangguan pasokan jangka pendek.

Pemulihan Iran Menjadi Salah Satu Faktor Utama

IEA menjelaskan bahwa proyeksi surplus tersebut dibangun berdasarkan sejumlah asumsi mengenai perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi bahwa kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran dapat bertahan sehingga ekspor dan produksi minyak dari kawasan Teluk pulih secara bertahap.

Menurut IEA, pemulihan tersebut terutama didorong oleh kemungkinan kembalinya ekspor minyak Iran secara penuh setelah blokade Amerika Serikat dicabut.

Kembalinya pasokan Iran ke pasar internasional diperkirakan menjadi salah satu sumber tambahan produksi yang memperbesar potensi surplus minyak global dalam beberapa tahun mendatang.

Selama beberapa tahun terakhir, pasar minyak global berkali-kali menghadapi kekhawatiran mengenai risiko gangguan pasokan akibat konflik geopolitik, kebijakan OPEC+, maupun ketegangan di Timur Tengah.

Namun, proyeksi terbaru IEA menunjukkan tantangan jangka menengah justru dapat berasal dari arah sebaliknya, yakni melimpahnya pasokan yang tumbuh lebih cepat dibandingkan kebutuhan konsumsi.

Bagi negara-negara pengimpor energi, kondisi tersebut berpotensi menjadi kabar baik karena harga minyak yang lebih terkendali dapat membantu menekan biaya impor energi.

Sebaliknya, bagi produsen minyak dan perusahaan yang sangat bergantung pada harga minyak tinggi, surplus pasokan dapat menjadi tantangan tersendiri terhadap profitabilitas.

Jika proyeksi IEA terealisasi, pasar minyak global dapat memasuki fase baru ketika perhatian investor tidak lagi terfokus pada risiko kekurangan pasokan, melainkan pada kemampuan pasar menyerap produksi yang terus meningkat. Dalam kondisi seperti itu, harga minyak berpotensi lebih sulit mempertahankan kenaikan tinggi dibandingkan periode ketika pasokan berada dalam kondisi ketat.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.