Logo
>

IHSG Ambruk ke Level 6.055, Asing Kabur Rp544 Miliar

IHSG turun 0,64 persen ke level 6.055 pada pembukaan perdagangan. Aksi jual bersih asing Rp544 miliar menekan seluruh sektor saham di BEI.

Ditulis oleh Desty Luthfiani
IHSG Ambruk ke Level 6.055, Asing Kabur Rp544 Miliar
Ilustrasi papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: dok KabarBursa.com/Desty

KABARBURSA.COM - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada pembukaan pasar pagi ini langsung disambut dengan gelombang tekanan jual yang cukup masif. Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG terlihat tidak berdaya menghadapi sentimen negatif yang melanda pasar modal domestik.

Berdasarkan data pergerakan pasar terbaru, IHSG terkapar di zona merah dengan melemah sebesar 0,64 persen atau mengalami penurunan sebanyak 39,24 poin ke level 6.055,70. 

Kondisi pasar yang memprihatinkan ini diperparah oleh langkah investor asing yang kompak melakukan aksi ambil untung dan melarikan dana mereka keluar dari pasar saham Indonesia.

Sepanjang sesi awal ini, nilai transaksi beli investor asing atau Foreign Buy tercatat sebesar Rp7,55 triliun , namun angka tersebut jauh di bawah nilai transaksi jual investor asing atau foreign sell yang menembus angka Rp8,10 triliun.

Akibatnya, pasar mencatat aksi jual bersih asing atau net foreign sell di seluruh pasar mencapai angka Rp 544,89 miliar. Jika dibedah lebih rinci, tekanan jual investor asing paling kuat terjadi di pasar reguler dengan catatan net foreign sell sebesar Rp508,11 miliar, sedangkan untuk pasar tunai dan negosiasi mencatatkan jual bersih sebesar Rp36,78 miliar.

Melihat kondisi sektoral, tidak ada satu pun sektor yang mampu menyelamatkan diri dari hantaman badai koreksi pagi ini. Seluruh industri kompak bergerak melemah dipimpin oleh sektor energi yang merosot paling tajam sebesar 2,00 persen. 

Penurunan tajam ini kemudian diikuti oleh sektor transportasi yang melemah sebesar 1,92 persen serta sektor barang baku atau basic industry yang terpangkas 1,78 persen.

Sektor infrastruktur juga ikut tertekan dengan penurunan sebesar 1,22 persen, disusul sektor barang konsumen primer atau non cyclical yang turun 1,10 persen, serta sektor barang konsumen non primer atau cyclical yang melemah 1,01 persen. Sektor industri umum melemah 0,97 persen, sementara sektor teknologi terpangkas 0,89 persen.

Adapun tiga sektor yang mengalami koreksi paling tipis adalah sektor kesehatan sebesar 0,48 persen, sektor keuangan sebesar 0,46 persen, dan sektor properti yang turun 0,45 persen.

Meskipun laju indeks gabungan sedang babak belur, sejumlah emiten berkapitalisasi kecil justru berhasil memanfaatkan momentum untuk melesat naik dan menempati jajaran top gainers.

Saham milik perusahaan tekstil PT Ricky Putra Globalindo Tbk dengan kode emiten RICY memimpin penguatan dengan melonjak sebesar 20,24 persen ke level 101 per lembar saham.

Di posisi berikutnya, saham perusahaan investasi PT Magna Investama Mandiri Tbk dengan kode emiten MGNA ikut terbang sebesar 19,39 persen ke harga 117.

Emiten pariwisata PT Satria Mega Kencana Tbk dengan kode emiten SOTS juga menguat 12.57 persen ke level 985, disusul produsen pupuk PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk dengan kode emiten SAMF yang naik 9,72 persen ke posisi 316, serta perusahaan logistik PT Prima Globalindo Logistik Tbk dengan kode emiten PPGL yang melaju 9,55 persen ke harga 195.

Di sisi lain, lantai bursa juga mencatatkan barisan saham yang mengalami penurunan paling dalam atau top losers yang menambah kelam atmosfer perdagangan pagi ini.

Saham perusahaan infrastruktur telekomunikasi PT LCK Global Kedaton Tbk dengan kode emiten LCKM menjadi korban koreksi paling parah setelah anjlok sebesar 14,55 persen ke level 141. Langkah penurunan ini diikuti oleh emiten perdagangan komoditas pertanian PT FKS Multi Agro Tbk dengan kode emiten FISH yang merosot 14,07 persen ke harga 580.

Saham perusahaan investasi PT Aracord Nusantara Group Tbk dengan kode emiten RONY juga tergelincir 12,93 persen ke posisi 1010, disusul oleh perusahaan teknologi informasi PT Folago Global Nusantara Tbk dengan kode emiten IRSX yang jatuh 12.83 persen ke level 326, serta emiten perhotelan PT Pudjiadi and Sons Tbk dengan kode emiten PNSE yang melemah 12,61 persen ke harga 520.

Menanggapi situasi pasar yang sedang dipenuhi ketidakpastian ini, tim analis dari MNC Sekuritas memberikan pandangan bahwa koreksi yang terjadi pada IHSG saat ini sebenarnya masih menjadi bagian dari pergerakan teknikal yang wajar.

Berdasarkan analisis Gelombang Lingkup Harian MNC Sekuritas, IHSG sebelumnya telah mengoreksi sebesar 3,54 persen menjadi 6.094 dan saat ini tekanan jual memang terpantau masih mendominasi pergerakan pasar. Koreksi ini dinilai berfungsi untuk menutup area celah kosong atau gap yang sebelumnya sempat terbentuk.

Posisi pergerakan IHSG saat ini diperkirakan masih menjadi bagian dari Gelombang A dari Gelombang 2 pada label hitam, di mana wilayah koreksi selanjutnya diproyeksikan akan menguji rentang level 5.899 hingga 5.999. Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan area dukungan atau support kuat pada level 5996 dan 5.899, sementara untuk area perlawanan atau resistance berada pada level 6.318 dan 6.459. (*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Desty Luthfiani

Desty Luthfiani seorang jurnalis muda yang bergabung dengan KabarBursa.com sejak Desember 2024 lalu. Perempuan yang akrab dengan sapaan Desty ini sudah berkecimpung di dunia jurnalistik cukup lama. Dimulai sejak mengenyam pendidikan di salah satu Universitas negeri di Surakarta dengan fokus komunikasi jurnalistik. Perempuan asal Jawa Tengah dulu juga aktif dalam kegiatan organisasi teater kampus, radio kampus dan pers mahasiswa jurusan. Selain itu dia juga sempat mendirikan komunitas peduli budaya dengan konten-konten kebudayaan bernama "Mata Budaya". 

Karir jurnalisnya dimulai saat Desty menjalani magang pendidikan di Times Indonesia biro Yogyakarta pada 2019-2020. Kemudian dilanjutkan magang pendidikan lagi di media lokal Solopos pada 2020. Dilanjutkan bekerja di beberapa media maenstream yang terverifikasi dewan pers.

Ia pernah ditempatkan di desk hukum kriminal, ekonomi dan nasional politik. Sekarang fokus penulisan di KabarBursa.com mengulas informasi seputar ekonomi dan pasar modal.

Motivasi yang diilhami Desty yakni "do anything what i want artinya melakukan segala sesuatu yang disuka. Melakukan segala sesuatu semaksimal mungkin, berpegang teguh pada kebenaran dan menjadi bermanfaat untuk Republik".