KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu, 1 April 2026, naik 102,30 poin atau 1,45 persen ke level 7.150,52. Sepanjang sesi awal, indeks sempat bergerak di rentang 7.144 hingga 7.158, menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat setelah tekanan pada akhir Maret.
Total volume transaksi tercatat mencapai 8,08 miliar lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp571,03 miliar dari 48.990 transaksi. Aktivitas perdagangan terlihat mulai meningkat seiring masuknya minat beli di sejumlah saham lapis dua.
Penguatan IHSG turut ditopang oleh kinerja mayoritas sektor yang berada di zona hijau. Sektor basic industry mencatat kenaikan tertinggi sebesar 2,42 persen, disusul sektor infrastruktur naik 1,87 persen dan sektor transportasi menguat 1,44 persen. Sektor teknologi juga naik 1,04 persen, sementara sektor energi bertambah 0,97 persen dan keuangan naik 0,93 persen.
Dari sisi pergerakan saham, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) yang bergerak di sektor industri kemasan menjadi top gainer setelah melonjak 21,08 persen ke level 1.120. Penguatan ini diikuti oleh PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) dari sektor transportasi udara yang naik 14,74 persen ke harga 218.
Selanjutnya, PT Logindo Samudramakmur Tbk (LEAD) yang bergerak di sektor jasa pelayaran dan logistik naik 14,17 persen ke level 137. PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA), emiten transportasi darat, juga menguat 9,68 persen ke 170. Sementara itu, PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) dari sektor konstruksi mencatat kenaikan 9,57 persen ke harga 1.145.
Di sisi lain, tekanan jual masih terlihat pada sejumlah saham. PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang bergerak di sektor perdagangan mencatat penurunan terdalam sebesar 14,86 persen ke level 189. PT PP Presisi Tbk (PPRE), emiten konstruksi dan jasa pertambangan, turun 11,19 persen ke 119.
Kemudian, PT Madusari Murni Indah Tbk (MOLI) yang bergerak di sektor industri makanan dan minuman terkoreksi 9,77 persen ke level 240. PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY) dari sektor gaya hidup dan hiburan turun 9,66 persen ke 935, sementara PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) yang bergerak di sektor perdagangan besar melemah 9,64 persen ke 300.
Secara keseluruhan, penguatan IHSG di awal April mencerminkan adanya rotasi sektor dan minat beli yang kembali masuk, khususnya pada saham-saham transportasi, industri dasar, dan infrastruktur. Namun, volatilitas masih terlihat pada saham lapis dua yang bergerak cukup agresif baik naik maupun turun.
Pada riset MNC Sekuritas mencatat IHSG sempat mengalami koreksi dan berada dalam fase downtrend jangka pendek. Secara teknikal, indeks diperkirakan masih berpotensi bergerak fluktuatif dengan kisaran support di area 7.022 hingga 6.917 dan resistance di rentang 7.302 hingga 7.434. Meski demikian, terdapat peluang penguatan lanjutan apabila tekanan jual mereda dan momentum beli tetap terjaga di awal kuartal II 2026.(*)