KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menghadapi tekanan besar setelah anjlok 4,11 persen ke level 5.941 pada perdagangan sebelumnya. Koreksi tajam yang disertai lonjakan tekanan jual membuat pelaku pasar mulai mempertanyakan apakah pelemahan pasar saham domestik telah mencapai titik terendah atau justru masih menyisakan ruang penurunan lebih dalam.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG saat ini belum sepenuhnya keluar dari fase koreksi. Berdasarkan analisis gelombang Elliott Wave, indeks masih berada dalam fase penurunan lanjutan yang menjadi bagian dari pola koreksi yang lebih besar.
“Kami memperkirakan, posisi pergerakan IHSG saat ini masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam,” tulis Herditya dalam riset hariannya, Kamis, 4 Juni 2026.
Menurut dia, area pelemahan berikutnya perlu dicermati investor karena indeks masih berpotensi bergerak menuju kisaran 5.755 hingga 5.814. Sementara itu, peluang penguatan jangka pendek diperkirakan berada pada rentang 5.958 hingga 5.984.
Secara teknikal, level 5.899 menjadi area penyangga terdekat yang harus dipertahankan IHSG. Jika tekanan jual masih berlanjut dan level tersebut gagal bertahan, pasar berisiko menguji area support berikutnya di sekitar 5.755.
Situasi ini menunjukkan sentimen pelaku pasar masih cenderung defensif. Koreksi tajam yang terjadi sebelumnya tidak hanya dipicu faktor domestik, tetapi juga dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian global, pergerakan dana asing, serta kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan arah kebijakan moneter dunia.
Meski demikian, sebagian analis melihat fase pelemahan saat ini juga mulai membawa sejumlah saham ke area valuasi yang lebih menarik dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Karena itu, perhatian investor mulai bergeser pada saham-saham yang dinilai memiliki peluang pemulihan ketika tekanan pasar mulai mereda.
Di sektor perbankan, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menjadi salah satu emiten yang menarik dicermati. Setelah terkoreksi 2,88 persen ke level 4.050, saham bank pelat merah tersebut dinilai telah mendekati area teknikal yang berpotensi menjadi titik pantulan harga apabila sentimen pasar membaik.
Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) juga masuk dalam radar pelaku pasar setelah melemah 3,90 persen ke level 8.000. Tekanan jual yang meningkat dalam beberapa hari terakhir membuat pergerakan saham ini menarik dipantau untuk melihat apakah fase koreksinya mulai mendekati akhir.
Dari sektor energi, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) turut menjadi perhatian setelah turun 2,30 persen ke level 1.275. Emiten migas tersebut masih memperlihatkan pola konsolidasi di tengah fluktuasi harga komoditas energi global.
Sementara itu, saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) juga patut dicermati setelah terkoreksi cukup dalam sebesar 8,07 persen ke level 148. Pergerakan saham batu bara ini masih dibayangi tekanan jual yang relatif tinggi, namun tetap menjadi salah satu emiten dengan aktivitas perdagangan yang ramai di kalangan investor ritel.
Di tengah volatilitas pasar yang meningkat, pelaku pasar kini cenderung menunggu arah pergerakan berikutnya. Fokus utama investor bukan lagi sekadar mencari saham yang bergerak naik dalam jangka pendek, melainkan memastikan apakah IHSG mampu membentuk dasar penguatan baru setelah mengalami koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir.
Selama tekanan jual masih mendominasi dan indeks belum mampu kembali ke atas area resistance terdekat, risiko pergerakan yang fluktuatif diperkirakan masih akan membayangi perdagangan dalam jangka pendek.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.