Logo
>

IHSG Bergerak Hati-hati, Perhatikan Sinyal Empat Saham ini

IHSG bergerak hati-hati jelang akhir pekan, dengan tekanan jual masih dominan sementara empat saham rekomendasi MNC Sekuritas memberi peluang teknikal menarik.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Bergerak Hati-hati, Perhatikan Sinyal Empat Saham ini
Papan pantau saham di Bursa Efek Indonesia. Foto: doc Desty Luthfiani KabarBursa.com.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan bergerak hati-hati di sepanjang pedagangan akhir pekan ini, Jumat, 5 Desember 2025. Setelah ditutup dengan penguatan tipis sebesar 0,33 persen dan membawanya ke level 8.640, pasar masih perlu mewaspadai bayangan tekanan jual yang masih tinggi.

    Kenaikan IHSG sejauh ini lebih banyak didorong oleh reli selektif pada sejumlah saham berkapitalisasi besar. Sementara, aksi profit-taking tetap mendominasi di berbagai sektor. Kondisi ini membuat reli indeks terasa rapuh, di mana penguatan terjadi tetapi tidak ditopang aliran beli yang luas.

    Secara teknikal, IHSG hari ini masih berada pada persimpangan penting yang perlu disikapi dengan kehati-hatian. Skenario terbaik menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi tetap terbatas, dengan indeks berpotensi menguji area 8.567–8.586, sebelum kembali menguat menuju 8.709 sebagai target kenaikan berikutnya. 

    Namun, pasar juga diingatkan untuk mewaspadai skenario terburuk, di mana tekanan jual lebih dalam dapat menyeret indeks menuju zona 8.504 hingga 8.397. Area support jangka pendek yang kini diperhatikan berada di 8.553 dan 8.491, sementara resistance utama menanti di 8.660 dan 8.709.

    Di tengah atmosfer pasar yang berhati-hati ini, MNC Sekuritas merilis empat saham rekomendasi yang dinilai memiliki struktur teknikal menarik, baik untuk strategi buy on weakness maupun speculative buy. 

    Pergerakan masing-masing saham pada perdagangan hari ini memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai sentimen sektoral dan gelombang teknikal yang sedang berlangsung.

    Saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menjadi salah satu yang disarankan untuk strategi buy on weakness. Saham ini terkoreksi ke 1.745 pada penutupan perdagangan kemarin dan sempat diwarnai tekanan jual.

    Tetapi, DSNG masih bertahan di atas MA60 dan merupakan sebuah tanda bahwa tren menengahnya belum rusak. MNC Sekuritas menilai posisi DSNG hari ini berada pada fase wave (iii) dari wave [iii], yang biasanya menandai fase akselerasi kenaikan dalam struktur Elliott Wave. 

    Area beli menarik diperkirakan berada di 1.670–1.725 dengan potensi target menuju 1.870 hingga 1.965, sementara batas risiko dipasang ketat di bawah 1.610.

    Saham Indosat Tbk (ISAT) menjadi yang kedua direkomendasikan. Kali ini dengan strategi speculative buy. Saham ini bergerak flat di 2.310, namun disertai volume pembelian yang menunjukkan adanya minat akumulasi.

    Selama ISAT mampu bertahan di atas level 2.240, posisi teknikalnya dinilai masih berada pada bagian wave (v) dari wave [iii], yang mengindikasikan peluang melanjutkan tren naik. Area entry yang dianggap ideal berada di 2.270–2.290 dengan target kenaikan menuju 2.410 dan 2.520.

    Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) turut masuk daftar buy on weakness setelah menguat tipis 0,21 persen ke 11.775. Meski ada tekanan jual, pola gelombang yang terbentuk menunjukkan RATU sedang berada pada wave (v) dari wave [iii]. Ini merupakan sebuah posisi yang umumnya menyimpan peluang breakout lanjutan. 

    Untuk area beli yang pas berada di 11.550–11.725 dengan target ambisius menuju 12.675 hingga 13.550, sementara stoploss ditempatkan di bawah 11.325.

    Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) tampil sebagai saham paling berenergi di antara rekomendasi MNC Sekuritas hari ini. Saham ini melonjak 4,93 persen ke 1.915 didorong volume pembelian yang signifikan. Sebuah indikasi kuat bahwa minat pasar sedang mengalir ke sektor properti dan kawasan industri. 

    Secara teknikal, SSIA disebut memasuki awal wave 5 dari wave (A), struktur yang biasanya membuka peluang kenaikan lanjutan. Strategi buy on weakness disarankan pada area 1.855–1.885 dengan target pendek di 1.985 dan target berikutnya di 2.040. Level 1.815 diposisikan sebagai batas stoploss.

    Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung defensif, tetapi tetap memilih saham-saham tertentu yang secara teknikal menawarkan peluang. Rekomendasi MNC Sekuritas menunjukkan fokus pada saham dengan struktur gelombang yang masih menyimpan potensi kenaikan meski volatilitas pasar meningkat. 

    Selama IHSG mampu menjaga area support terdekat, peluang technical rebound tetap terbuka, terutama jika aliran beli kembali muncul pada saham-saham berkapitalisasi besar.(*)

    Disclaimer:
    Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79