KABARBURSA.COM — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan mulai menunjukkan tenaga baru setelah kembali ditutup menguat ke level 8.322. Kenaikan sekitar 0,5 persen itu disertai peningkatan volume beli dan posisi indeks yang masih bertahan di atas rata-rata pergerakan 20 hari. Kondisi ini memberi ruang bagi kelanjutan penguatan, meski fase konsolidasi belum sepenuhnya berakhir.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat peluang penguatan tetap terbuka selama indeks tidak turun menembus area kunci. Dalam skenario terbaik, indeks diperkirakan bergerak menuju kisaran 8.440 hingga 8.503.
“Best case, apabila IHSG mampu bertahan di atas 8,170, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8,440-8,503. Waspadai akan adanya koreksi lanjutan ke rentang 8,149-8,217,” tulis Herditya dalam riset hariannya, Kamis, 26 Februari 2026.
Level 8.170 menjadi penopang utama pergerakan indeks dalam jangka pendek. Selama area ini terjaga, struktur teknikal masih memberi ruang kenaikan. Di sisi lain, area 8.408 hingga 8.596 menjadi zona yang berpotensi menahan laju penguatan apabila tekanan jual kembali muncul.
Dalam kerangka waktu satu hingga dua hari perdagangan, pergerakan indeks masih dibayangi kecenderungan melemah secara terbatas. Fase ini lebih menggambarkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya, bukan perubahan tren utama.
Saham Komoditas Menguat, Empat Nama Menarik Dicermati
Di tengah pergerakan indeks yang masih mencari arah, sejumlah saham berbasis komoditas menunjukkan pola teknikal yang menguat dan disertai volume pembelian.
PT Adaro Minerals Indonesia Tbk atau ADMR ditutup di level 2.150 setelah menguat 6,44 persen. Secara teknikal, posisinya dinilai sedang berada dalam fase lanjutan penguatan dengan rentang pengamatan di area 2.090 hingga 2.120 dan potensi kenaikan menuju 2.190 sampai 2.230, sementara area 2.010 menjadi batas pengaman.
Pergerakan serupa terlihat pada PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM yang naik ke 4.460. Saham ini diperkirakan berada di fase akhir koreksi sehingga membuka peluang kenaikan lanjutan dengan target bertahap di kisaran 4.550 hingga 4.680 dan batas risiko di bawah 4.340.
PT Archi Indonesia Tbk atau ARCI menguat ke level 1.885 dengan dukungan volume beli. Secara struktur gelombang, saham ini dinilai berada dalam fase penguatan lanjutan dengan ruang gerak menuju 1.980 hingga 2.100 dan area 1.805 sebagai titik proteksi.
Adapun PT Harum Energy Tbk atau HRUM yang ditutup di 1.230 memperlihatkan pola konsolidasi lanjutan sebelum berpotensi kembali naik. Area pengamatan berada pada 1.130 hingga 1.205 dengan sasaran penguatan ke 1.290 sampai 1.310, sementara penurunan di bawah 1.105 menjadi batas pengaman.
Dengan posisi indeks yang masih berada di atas rata-rata jangka pendek dan munculnya kembali volume beli, peluang penguatan tetap terjaga. Namun ruang koreksi masih terbuka dalam rentang terbatas sebagai bagian dari fase konsolidasi.
Kondisi ini membuat pergerakan pasar dalam waktu dekat cenderung bergerak selektif. Saham berbasis komoditas menjadi salah satu yang mulai menunjukkan kekuatan, sejalan dengan pola teknikal yang mengarah pada fase lanjutan penguatan.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.