Logo
>

IHSG Berpotensi Terkoreksi Awal Pekan, Cermati Peluang Empat Saham ini saat Melemah

IHSG rawan koreksi ke area 7.245–7.575 pada awal pekan. Di tengah tekanan jual, peluang buy on weakness muncul pada AUTO, BBRI, CMRY, dan MDKA dengan prospek teknikal menarik.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Berpotensi Terkoreksi Awal Pekan, Cermati Peluang Empat Saham ini saat Melemah
IHSG diprediksi bergerak tertekan pada esok hari. Sejumlah saham menarik diperdagangkan dengan rekomendasi buy on weakness. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - Pergerakan IHSG menjelang penutupan pekan lalu, Jumat, 17 April 2026, menyisakan cerita yang belum benar-benar selesai. Secara angka, indeks memang masih mencatat kenaikan tipis, namun “tenaga” di balik kenaikan itu terasa rapuh atau lebih banyak ditopang sisa optimisme ketimbang dorongan baru. 

Tekanan jual yang muncul di akhir sesi kemarin menjadi sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya percaya diri untuk melanjutkan reli tanpa jeda.

Dalam bingkai yang lebih besar, grafik mingguan masih menyiratkan tren naik dengan kenaikan lebih dari dua persen dan volume beli yang menguat. Tapi ada satu ganjalan penting, yaitu indeks belum mampu menaklukkan MA60 weekly.

Ini adalah sebuah level yang sering menjadi penentu apakah tren naik akan berlanjut kuat atau justru berbalik arah. Di sinilah pasar seperti berdiri di persimpangan, antara melanjutkan perjalanan atau berbalik mengisi energi.

Pendekatan gelombang memperkuat narasi itu. Posisi indeks yang diperkirakan berada di ujung wave [iv] atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B memberi ruang besar bagi skenario koreksi jangka pendek. 

Artinya, untuk perdagangan Senin, 20 April 2026, IHSG berpotensi bergerak dengan nada yang lebih hati-hati, bahkan cenderung melemah untuk menguji area 7.245 hingga 7.575. Area ini bukan sekadar angka teknis, melainkan zona “penyembuhan” atau tempat gap lama ditutup dan fondasi baru dibangun sebelum langkah berikutnya diambil.

Dalam suasana seperti ini, strategi pasar menjadi lebih selektif. Bukan lagi soal mengejar kenaikan, melainkan menunggu harga datang ke level yang lebih rasional.

MNC Sekuritas melihat hal tersebut dan memberikan rekomendasi buy on weakness terhadap sejumlah saham.

Astra Otoparts Tbk (AUTO) bergerak dalam ritme koreksi ringan, turun tipis dengan tekanan jual yang mulai terasa. Namun justru di situlah daya tariknya muncul. 

Struktur gelombangnya menunjukkan bahwa pelemahan ini masih bagian dari fase penguatan yang lebih besar. Selama harga mampu bertahan di area 2.630–2.720, saham ini seperti sedang “mengambil napas” sebelum melanjutkan kenaikan ke kisaran 2.790 hingga 2.920. Risiko tetap ada, dan batasnya jelas, yaitu ketika 2.540 ditembus, cerita berubah.

Berbeda nuansa datang dari Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Kenaikan yang terjadi masih didukung volume beli, meskipun mulai menurun. Ini menjadi pertanda bahwa dorongan belum sepenuhnya hilang, tapi juga belum cukup kuat untuk akselerasi. 

Posisi teknikalnya mengarah pada fase transisi, sehingga pendekatan terbaik tetap menunggu di area 3.280–3.400. Jika skenario berjalan mulus, kenaikan menuju 3.510 hingga 3.610 masih terbuka, dengan batas risiko di bawah 3.260.

Sementara itu, Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) tampil lebih “hidup”. Lonjakan harga disertai volume pembelian memberi kesan bahwa minat pasar masih segar. 

Dalam struktur gelombang, posisinya berada di fase yang memungkinkan kelanjutan penguatan, meskipun tetap dengan pola naik-turun khas wave C. Area 4.520–4.640 menjadi titik masuk yang menarik, dengan peluang menuju 4.790 hingga 4.880, selama tidak tergelincir di bawah 4.400.

Cerita lain datang dari Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Kenaikan yang disertai volume memberi sinyal akumulasi perlahan mulai terjadi. 

Dalam konteks gelombang, posisinya cukup strategis untuk melanjutkan penguatan, meskipun masih dalam fase awal. Area 3.230–3.310 menjadi wilayah ideal untuk masuk, dengan potensi kenaikan ke 3.470 hingga 3.590, dan batas risiko di 3.100.

Jika dirangkai dalam satu benang merah, pasar saat ini tidak sedang lemah, hanya sedang menahan diri. IHSG kemungkinan membuka pekan dengan kecenderungan korektif, bukan sebagai tanda bahaya, melainkan sebagai bagian dari siklus sehat. 

Dalam fase seperti ini, saham-saham dengan pola “buy on weakness” justru menjadi panggung utama. Bukan yang paling cepat naik, tapi yang paling siap melanjutkan cerita ketika pasar kembali menemukan arah.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79