KABARBURSA.COM – PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) mencatat lonjakan laba bersih pada kuartal pertama 2026. Laba tersebut dicapai di tengah penguatan kinerja operasional perusahaan.
Emiten perkebunan ini membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp231,9 miliar, melonjak 189,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp80,1 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 31 Maret 2026, pertumbuhan laba tersebut ditopang oleh peningkatan pendapatan dan membaiknya profitabilitas perusahaan.
Pendapatan ANJT pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp1,15 triliun, naik dari Rp1,01 triliun pada kuartal pertama 2025. Sejalan dengan itu, laba bruto meningkat menjadi Rp354,7 miliar dibandingkan Rp265,4 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan kinerja juga tercermin pada laba usaha yang tumbuh menjadi Rp307,9 miliar dari sebelumnya Rp192,3 miliar. Sementara laba sebelum pajak tercatat Rp296,2 miliar, meningkat dari Rp160,1 miliar pada kuartal pertama 2025.
Selain laba yang melonjak, posisi kas perusahaan mengalami peningkatan signifikan. Kas dan setara kas ANJT per akhir Maret 2026 mencapai Rp1,54 triliun, melonjak tajam dibanding posisi akhir 2025 yang sebesar Rp253,3 miliar.
Penguatan kas tersebut turut mendorong kenaikan total aset perusahaan menjadi Rp6,87 triliun dari Rp5,31 triliun pada akhir Desember 2025.
Di sisi lain, total liabilitas ANJT meningkat menjadi Rp2,81 triliun dari Rp1,51 triliun. Kenaikan tersebut terutama berasal dari munculnya utang bank jangka panjang sebesar Rp1,32 triliun serta pinjaman yang jatuh tempo dalam satu tahun sebesar Rp52,1 miliar.
Meski demikian, ekuitas perusahaan tetap tumbuh menjadi Rp4,07 triliun dibandingkan Rp3,80 triliun pada akhir tahun lalu.
Kinerja kuartal pertama ini menunjukkan kemampuan ANJT menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika sektor perkebunan dan agribisnis. Peningkatan pendapatan yang diikuti pertumbuhan laba usaha dan laba bersih yang lebih tinggi mengindikasikan efisiensi operasional yang semakin baik.
Pada kuartal pertama 2026, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp232,5 miliar, meningkat dari Rp83,2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara laba per saham dasar naik menjadi Rp69,33 per saham dari Rp24,81 per saham.
Dengan capaian tersebut, ANJT membuka tahun 2026 dengan fondasi keuangan yang lebih kuat, ditandai oleh lonjakan kas, pertumbuhan aset, dan peningkatan profitabilitas yang signifikan.(*)