KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Rabu, 26 November 2025 dengan nada positif. IHSG dibuka di level 8.533,89 dan langsung bergerak menguat hingga berada di posisi 8.543,79 atau naik 21,91 poin setara 0,26 persen pada pukul 09.00 WIB.
Meski indeks hijau, pergerakan awal pasar masih terlihat fluktuatif. Grafik intraday menunjukkan tekanan jual sempat menahan laju IHSG di bawah 8.540 sebelum kembali rebound menjelang menit-menit pembukaan.
Data RTI mencatat aktivitas transaksi cukup ramai. Total nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp516,70 miliar dengan frekuensi 57.18 ribu kali. Volume perdagangan tercatat 7,02 juta lot.
Investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih di seluruh pasar senilai Rp308,05 miliar. Net sell bahkan mencapai Rp1,50 triliun. Namun, pada pasar tunai dan negosiasi asing membukukan net buy Rp1,19 triliun.
Total pembelian asing mencapai Rp8,46 triliun, sementara penjualan asing tercatat Rp8,77 triliun. Komposisi transaksi hingga pukul 09.00 WIB menunjukkan porsi investor domestik mendominasi dengan 72,43 persen, sedangkan asing 27,57 persen.
Top Gainer: CARE Melonjak 25 Persen
Di jajaran top gainer, saham sektor kesehatan kembali menjadi sorotan. Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) memimpin penguatan dengan lonjakan 25 persen ke harga 480.
Di bawahnya ada Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT) yang naik 24,91 persen ke 1.780, disusul Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR) yang menguat 22,83 persen ke 226. Saham teknologi dan kesehatan lain juga ikut menghijau seperti SEMA dan MEDS yang masing-masing naik 17,14 persen dan 12,64 persen.
Sementara itu, di sisi saham yang melemah, Royalatma Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) memimpin penurunan dengan minus 11,51 persen ke 246. Disusul SOTS yang turun 9,76 persen ke 370 dan WEHA yang melemah 9,03 persen ke 131.
Saham AEGS dan ALDO juga berada di zona merah dengan penurunan 7,04 persen.
Kenaikan IHSG di awal perdagangan ini masih bersifat terbatas di tengah tekanan jual asing. Meski begitu, dominasi beli domestik dan lonjakan pada sejumlah saham small-mid cap memberi ruang bagi IHSG untuk mencoba bertahan di zona hijau.
IHSG diprediksi akan mengalami penguatan pada pekan depan periode 24-28 November 2025.
BRI Danareksa Sekuritas menyampaikan, IHSG masih bullish terjaga di atas MA60. Harga diperkirakan mampu bertahan di atas level supportnya pada 8.335 - 8.366.
"Dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan dengan target resistance di level 8.442 - 8.478," tulus BRI Danareksa dalam risetnya, Minggu, 23 November 2025.
Sementara untuk skenario bearish, jika dilihat dari indikator stochastic, BRI Danareksa menyebut IHSG telah overbought dan jika support di 8.300 tertembus, maka ada potensi untuk membuat pola double top.
"Dengan target pelemahan di angka 8.213 - 8.094," terang BRI Danareksa.(*)