KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan hari ini, Senin, 27 April 2026, naik 37,64 poin atau 0,53 persen ke level 7.167,13. Sepanjang awal sesi, indeks bergerak di rentang 7.158 hingga 7.171, mencerminkan adanya upaya rebound setelah tekanan jual dalam sepekan terakhir.
Total volume transaksi tercatat mencapai 6,63 juta lot dengan nilai perdagangan sebesar Rp328 miliar dari 65,40 ribu transaksi. Aktivitas pasar menunjukkan minat beli mulai kembali muncul, meskipun masih cenderung terbatas di tengah sentimen global yang belum stabil.
Pada perdagangan pagi ini, sejumlah saham mencatatkan penguatan signifikan. PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) yang bergerak di sektor industri pengolahan komoditas agribisnis menjadi top gainer dengan kenaikan 15,58 persen ke level 230. Disusul PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) dari sektor bahan baku yang naik 14,77 persen ke level 101, serta PT Putra Mandiri Jembar Tbk (PMJS) di sektor perdagangan otomotif yang menguat 10,77 persen ke level 144.
Penguatan juga terjadi pada PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) di sektor properti yang naik 10,16 persen ke level 141, serta PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) di sektor pendidikan yang menguat 9,57 persen ke level 103.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada beberapa saham. PT Harapan Duta Pertiwi Tbk (HOPE) dari sektor properti mencatat penurunan terdalam sebesar 14,91 persen ke level 194. PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) di sektor keuangan turun 14,71 persen ke level 145, sementara PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) melemah 12,74 persen ke level 370.
Selanjutnya, PT Kobexindo Tractors Tbk (KOBX) yang bergerak di sektor distribusi alat berat turun 10,00 persen ke level 189, serta PT Mega Perintis Tbk (ZONE) dari sektor ritel fesyen terkoreksi 9,79 persen ke level 350. Pelemahan ini menunjukkan tekanan masih berlanjut pada saham-saham dengan likuiditas terbatas dan sentimen fundamental yang belum kuat.
Secara sektoral, mayoritas sektor berada di zona hijau. Sektor basic industry memimpin kenaikan dengan penguatan 1,04 persen, diikuti sektor energi yang naik 0,84 persen dan infrastruktur sebesar 0,79 persen. Sektor transportasi juga menguat 0,59 persen, sementara sektor keuangan naik 0,48 persen dan teknologi bertambah 0,47 persen.
Namun, tidak semua sektor menguat. Sektor non-cyclical mengalami penurunan 0,30 persen dan sektor kesehatan melemah tipis 0,01 persen, mencerminkan rotasi dana investor ke sektor yang lebih sensitif terhadap siklus ekonomi dan komoditas.
Saham perbankan besar seperti PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) justru masih bergerak melemah sebesar 0,44 persen ke level 4.480. Hal ini menunjukkan tekanan pada saham blue chip masih belum sepenuhnya mereda, seiring berlanjutnya aksi jual investor asing dan kekhawatiran terhadap nilai tukar rupiah.
Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini mencerminkan adanya potensi technical rebound setelah koreksi dalam yang terjadi pekan lalu. Namun, kenaikan masih bersifat terbatas karena pelaku pasar cenderung berhati-hati di tengah ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik dan arah kebijakan suku bunga global.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Brigita Kinari, menilai IHSG masih berada dalam tekanan akibat kombinasi sentimen global dan domestik, termasuk pelemahan rupiah serta arus keluar dana asing yang signifikan. Ia menyebut kondisi ini membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dan beralih ke instrumen yang lebih aman.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas melihat secara teknikal posisi IHSG saat ini sudah berada di area oversold setelah terkoreksi 6,61 persen dalam sepekan terakhir. Meski demikian, mereka memperkirakan indeks masih berpotensi melanjutkan koreksi dengan menguji level support di kisaran 7.022 hingga 6.917 dan resistance di area 7.313 hingga 7.484. Peluang rebound tetap terbuka, namun cenderung terbatas sehingga strategi trading disarankan tetap selektif.(*)