KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin pagi, 20 April 2026, melanjutkan tren positif meski masih dibayangi tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Hingga pukul 09.00 WIB, IHSG tercatat naik 26,15 poin atau 0,34 persen ke level 7.660,16, menunjukkan adanya minat beli yang mulai kembali masuk di awal pekan.
Pergerakan awal IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 7.671,98 dan terendah di 7.654,97. Sementara itu, aktivitas perdagangan terpantau cukup aktif dengan volume mencapai 7,96 juta lot dan nilai transaksi sekitar Rp390,99 miliar dari lebih dari 83 ribu kali transaksi. Angka ini mencerminkan pasar masih dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan akumulasi selektif.
Dari sisi pergerakan saham, penguatan IHSG turut ditopang oleh sejumlah saham yang masuk dalam daftar top gainers. Saham PT Danasupra Erapacific Tbk (DEFI) yang bergerak di sektor perdagangan dan distribusi memimpin penguatan dengan kenaikan 28,83 persen ke level 210. Disusul oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), emiten infrastruktur jalan tol, yang melonjak 25,00 persen ke level 1.800.
Selain itu, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) dari sektor perikanan dan industri makanan naik 15,00 persen ke level 322. Sektor perbankan juga ikut menguat melalui PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS) yang naik 12,75 persen ke level 575. Kemudian, PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) yang bergerak di sektor properti turut menguat 11,43 persen ke level 78.
Di sisi lain, tekanan masih terlihat pada sejumlah saham yang masuk dalam daftar top losers. Saham PT City Retail Developments Tbk (NIRO) yang bergerak di sektor properti terkoreksi 14,84 persen ke level 218. Disusul oleh PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) dari sektor teknologi yang turun 13,53 persen ke level 25.075. Pelemahan juga terjadi pada PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS) yang turun 11,55 persen ke level 1.110.
Kemudian, saham PT Bangun Karya Perkasa Jaya Tbk (KRYA) melemah 7,41 persen ke level 75 dan PT Jantra Grupo Indonesia Tbk (KAQI) terkoreksi 6,09 persen ke level 108. Pergerakan saham-saham ini menunjukkan masih adanya rotasi sektor dan aksi ambil untung oleh pelaku pasar.
Secara sektoral, penguatan IHSG didorong oleh sektor properti yang naik 0,97 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 0,90 persen dan sektor bahan baku yang menguat 0,83 persen. Sektor energi juga mencatat kenaikan 0,57 persen, sementara sektor keuangan naik tipis 0,16 persen. Di sisi lain, sektor teknologi menjadi satu-satunya yang mengalami tekanan cukup dalam dengan penurunan 0,93 persen, disusul sektor non-siklikal yang turun tipis 0,02 persen.
Kondisi ini mencerminkan bahwa pasar masih bergerak selektif dengan kecenderungan investor beralih ke sektor-sektor berbasis aset riil seperti infrastruktur dan properti, sementara sektor teknologi masih mengalami tekanan akibat sentimen global dan valuasi.
Adapun dari sisi teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan posisi IHSG saat ini berada di akhir fase wave [iv] atau alternatifnya di akhir wave [a] dari wave B, yang mengindikasikan potensi koreksi dalam jangka pendek. IHSG dinilai rawan bergerak melemah dengan area koreksi terdekat pada kisaran 7.245 hingga 7.575, sekaligus menutup sejumlah gap yang masih terbuka, dengan level support di 7.488 dan 7.351 serta resistance di 7.700 dan 7.861.(*)