KABARBURSA.COM — Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mulai menunjukkan sinyal penguatan lanjutan setelah ditutup naik 0,41 persen ke level 7.101 pada perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini juga ditopang oleh munculnya volume pembelian yang mulai meningkat.
Namun di balik penguatan tersebut, pasar belum sepenuhnya lepas dari potensi koreksi jangka pendek. Tekanan masih mungkin terjadi, meski dalam batas yang dinilai relatif terbatas.
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai posisi IHSG saat ini, Kamis, 30 April 2026, sedang berada dalam fase lanjutan penguatan secara teknikal.
“Kami memperkirakan, posisi IHSG saat ini sedang berada pada bagian dari wave [v] pada label hitam atau alternatifnya berada pada bagian akhir dari wave [b] dari wave B pada label merah,” ujarnya dalam riset harian, Kamis 30 April 2026.
Dalam struktur tersebut, IHSG dinilai masih memiliki ruang naik dalam jangka pendek, meski sebelumnya berpotensi mengalami koreksi minor terlebih dahulu.
“Koreksi IHSG diperkirakan akan cenderung terbatas menguji 6,983-7,009 dan berpeluang menguat dalam jangka pendek untuk menguji 7,188-7,270,” kata Herditya.
Secara teknikal, level support IHSG berada di area 7.022 dan 6.917, sementara resistance terdekat berada di 7.313 hingga 7.484.
Dengan pola tersebut, pergerakan IHSG saat ini lebih mencerminkan fase konsolidasi sehat di tengah tren naik jangka pendek. Artinya, tekanan yang muncul bukan sinyal pelemahan besar, melainkan bagian dari proses sebelum melanjutkan kenaikan berikutnya.
Di sisi lain, sejumlah saham yang masuk dalam radar teknikal MNC Sekuritas menunjukkan pola pergerakan yang masih berada dalam fase awal penguatan.
Saham PT Alam Sutera Realty Tbk atau ASRI misalnya, dinilai sedang berada dalam fase penguatan lanjutan, meski kenaikannya masih tertahan oleh indikator MA60. “ASRI berada pada bagian dari wave [iii] dari wave 1 dari wave (C),” tulis Herditya.
Sementara itu, saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk atau BIPI menunjukkan sinyal awal pembentukan tren naik baru, meski pergerakannya masih tertahan oleh MA20. “BIPI berada di awal wave 2 dari wave A dari wave (C),” ujarnya.
Untuk saham PT HM Sampoerna Tbk atau HMSP, penguatan yang terjadi bahkan sudah mampu menembus MA20, menandakan adanya momentum yang mulai menguat. “HMSP berada di awal wave [b] dari wave Y dari wave (B),” tulisnya.
Adapun saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk atau SUPA juga dinilai tengah memasuki fase awal penguatan baru, didukung peningkatan volume transaksi. “SUPA sedang berada di awal wave (C),” kata Herditya.
Secara keseluruhan, peta teknikal ini menunjukkan bahwa pasar saham domestik masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek, meski tetap dibayangi potensi koreksi terbatas.
Bagi pelaku pasar, kondisi ini menjadi fase krusial untuk membaca arah lanjutan IHSG, apakah mampu menembus area resistance terdekat atau kembali tertahan dalam fase konsolidasi. Yang jelas, selama IHSG mampu bertahan di atas area support, peluang kenaikan masih terbuka, meski tidak lagi sekuat fase rally sebelumnya.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.