KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya mencoba bangkit pada pembukaan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026. Setelah tertekan hebat selama dua hari terakhir dengan total penurunan mencapai 5 persen, indeks hari ini bergerak ke zona hijau dengan kenaikan tipis sebesar 0,17 persen ke level 5.849,54.
Kenaikan ini menjadi angin segar bagi para pelaku pasar setelah aksi jual masif yang terjadi sebelumnya. Selain itu pada 3 dan 4 Juni IHSG mengalami penurunan hingga 5 persen. Sebagai informasi, pada perdagangan terakhir 4 Juni 2026, tercatat asing melakukan aksi jual bersih atau net foreign sell di seluruh pasar sebesar Rp 1,27 triliun. Total nilai transaksi asing tercatat Rp 12,52 triliun untuk pembelian dan Rp 13,79 triliun untuk penjualan, meski terdapat net foreign buy pada pasar tunai dan nego sebesar Rp 163,11 miliar.
Di tengah pergerakan indeks yang mencoba menguat, sejumlah saham terpantau menjadi penggerak pasar hari ini. Pada jajaran saham dengan kenaikan tertinggi atau top gainers, saham Magna Investama Mandiri (MGNA) dari sektor keuangan mencatatkan performa gemilang dengan kenaikan 18,42 persen ke level 90. Menyusul di belakangnya adalah Morenzo Abadi Perkasa (ENZO) dari sektor barang konsumen non-primer yang naik 17,54 persen ke level 67, serta Pudjiadi and Sons (PNSE) dari sektor properti yang menguat 16,35 persen ke level 605. Selain itu, saham raksasa Chandra Asri Pacific (TPIA) dari sektor perindustrian ikut menguat 11,27 persen ke level 1530, dan Era Digital Media (AWAN) dari sektor teknologi naik 10,74 persen ke level 165.
Di sisi lain, daftar saham dengan koreksi terdalam atau top losers didominasi oleh Aracord Nusantara Group (RONY) yang anjlok 14,56 persen ke level 880. Saham sektor transportasi lainnya, WEHA Transportasi Indonesia (WEHA), terkoreksi 12,68 persen ke level 124, diikuti oleh Jobubu Jarum Minahasa (BEER) sebesar 11,65 persen ke level 91, Super Energy (SURE) sebesar 10,62 persen ke level 2610, dan Lupromax Pelumas Indonesia (LMAX) sebesar 9,78 persen ke level 83. Pergerakan saham logistik juga terpantau melemah, seperti BSA Logistics Indonesia (WBSA) yang turun 1,45 persen ke level 680.
Jika menilik dari sisi sektoral, sektor industri dasar atau basic-ind menjadi penopang utama dengan kenaikan sebesar 2,45 persen, diikuti sektor kesehatan yang menguat tipis 0,19 persen. Sementara itu, sektor lain cenderung bergerak di zona merah, meliputi energi (-0,96 persen), industrial (-0,86 persen), siklikal (-0,67 persen), keuangan (-0,61 persen), barang konsumen non-primer (-0,55 persen), transportasi (-0,53 persen), infrastruktur (-0,22 persen), dan teknologi (-0,15 persen).
Menanggapi kondisi pasar saat ini, tim analis MNC Sekuritas dalam riset hariannya menyebutkan bahwa IHSG sebelumnya sempat terkoreksi 1,70 persen ke level 5.839. Analis memperkirakan skenario pelemahan masih berpotensi berlanjut dan IHSG saat ini berada di posisi gelombang 5. IHSG dinilai masih rawan melanjutkan tren koreksi ke kisaran 5.395 hingga 5.412 untuk menutup area gap dan menyentuh MA200. Namun, dalam jangka pendek, tetap ada peluang teknikal bagi indeks untuk bergerak di rentang 5.852 hingga 5.881.(*)