Logo
>

IHSG Sepekan Menguat 1,12 Persen: Bagaimana Pergerakan Minggu Depan?

IHSG menguat 1,12 persen sepekan, ditopang lonjakan transaksi, pencatatan obligasi baru, dan rekomendasi saham MNC Sekuritas jelang perdagangan awal Desember.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Sepekan Menguat 1,12 Persen: Bagaimana Pergerakan Minggu Depan?
Papan pantau IHSG di Bursa Efek Indonesia Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM – IHSG menutup pekan perdagangan 24–28 November 2025 dengan performa yang kembali solid. Indeks utama Bursa Efek Indonesia menguat 1,12 persen ke 8.508,70. Kenaikan ini juga terlihat selaras dengan lonjakan rata-rata nilai transaksi harian yang menyentuh Rp30,31 triliun dan menjadi level tertinggi sejak awal kuartal.

Dalam laporannya, Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa IHSG bergerak dari 8.414,35 pada pekan sebelumnya, dengan kapitalisasi pasar yang ikut naik 1,53 persen menjadi Rp15.626 triliun. 

Lonjakan aktivitas juga terlihat pada rata-rata volume transaksi harian yang naik hingga 28,57 persen, menjadi 50,50 miliar lembar. Ini menjadi sebuah sinyal bahwa minat perdagangan meningkat signifikan, meski investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih.

Berbicara tentang investor asing, minggu ini mencatatkan net sell Rp1,02 triliun per Jumat, 28 November 2025, dengan total net sell sepanjang tahun telah mencapai Rp29,58 triliun. 

Total Emisi Obligasi dan Sukuk Terkerek

Meski tekanan asing kuat, pasar domestik mendapatkan dorongan dari likuiditas besar dan peningkatan transaksi ritel serta institusi lokal. Episentrum aktivitas pasar juga bergerak pada pencatatan obligasi dan sukuk baru milik PT Sarana Multi Infrastruktur, termasuk obligasi dan sukuk berperingkat idAAA dan idAAA(sy). 

Tambahan pencatatan ini mengerek total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2025 menjadi 164 emisi, sementara outstanding di BEI kini mencapai Rp534,02 triliun dan USD134,01 juta.

Kinerja pasar obligasi yang solid memberikan tambahan warna bagi sentimen IHSG, sementara pasar saham secara teknikal menunjukkan pola penguatan jangka pendek yang belum sepenuhnya terbebas dari tekanan. 

IHSG Pekan Depan Menguat Terbatas

Pada penutupan perdagangan kemarin, IHSG memang mengalami koreksi 0,42 persen dan didominasi aksi jual. Pelemahan ini menjadi sebuah tanda bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi sebelum pembukaan perdagangan awal Desember.

Riset MNC Sekuritas memperkirakan bahwa IHSG pada Senin, 1 Desember 2025, masih berada pada struktur wave (iii) dari wave [iii]. Area penguatan terdekat diperkirakan berada di rentang 8.616 hingga 8.660, sementara area koreksi diperkirakan berada di 8.460–8.491. 

Ini berarti IHSG berpotensi melanjutkan pola penguatan terbatas, tetapi tetap rawan tekanan intraday ketika menyentuh area resistance.

Sentimen pasar awal pekan depan akan banyak bertumpu pada dua faktor utama, yaitu pergerakan aliran dana asing di tengah tekanan global, serta arah pasar regional yang mulai merespon ekspektasi kebijakan bank sentral global. 

Buy on Weakness BBRI, PTRO, TPIA, ASII

Likuiditas domestik yang kuat masih menjadi kekuatan utama penopang IHSG menjelang akhir tahun.

Dalam riset MNC Sekuritas, terdapat empat saham yang direkomendasikan untuk awal pekan, masing-masing dengan strategi berbeda berdasarkan struktur wave yang sedang terbentuk. ASII direkomendasikan buy on weakness pada area 6.375–6.525 karena dianggap masih berada dalam wave [e] dari wave 4. 

BBRI mendapatkan rekomendasi speculative buy di area 3.650–3.680, dengan ekspektasi pembentukan wave iii dari wave (c). 

PTRO menjadi pilihan buy on weakness pada kisaran 9.800–9.950 seiring proyeksi masuknya saham tersebut ke awal wave (v). TPIA juga masuk daftar buy on weakness pada rentang 7.225–7.350, dengan proyeksi penguatan lanjutan dalam wave [c] dari wave A.

Melihat keseluruhan dinamika pekan ini, IHSG berada dalam posisi menarik menjelang pergantian bulan. Tekanan asing belum surut, tetapi kekuatan transaksi domestik menjaga stabilitas indeks. 

Aktivitas pencatatan obligasi, kenaikan nilai transaksi, dan minat perdagangan yang meningkat memberikan ruang bagi reli teknikal. Namun kondisi pasar global yang berubah cepat tetap menjadi variabel penting bagi arah IHSG pada awal Desember. 

Dengan struktur wave yang masih membuka ruang penguatan, pasar akan menanti apakah IHSG mampu menembus resistance 8.660 atau justru kembali menguji area support kritis di 8.491.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79