KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi I perdagangan Selasa, 24 Februari 2026, di level 8.374,67 atau turun 21,42 poin setara 0,26 persen dibanding penutupan sebelumnya di 8.396,08.
Sepanjang sesi, indeks dibuka menguat di 8.428,05 dan sempat menyentuh level tertinggi 8.437,09, sebelum berbalik melemah hingga ke level terendah 8.358,72.
Data transaksi menunjukkan nilai perdagangan di pasar reguler mencapai Rp11,86 triliun dengan volume 279,07 juta lot dan frekuensi 1,87 juta kali. Dan secara keseluruhan, pasar mencatat nilai transaksi sebesar Rp12,01 triliun dengan volume 288,36 juta lot.
Pergerakan intraday yang sempat menguat di awal sesi lalu berbalik turun mengindikasikan tekanan jual muncul setelah indeks mendekati area 8.430–8.440.
Teknikal IHSG
Secara teknikal harian, posisi 8.374 menempatkan IHSG masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah rebound dari koreksi tajam yang terjadi pada awal Februari.
Pada grafik harian, indeks terlihat mencoba membangun struktur pemulihan dengan rangkaian kenaikan bertahap, namun belum mampu menembus area puncak terdekat di kisaran 8.430–8.450 yang kini menjadi area uji resistensi jangka pendek.
Level 8.430–8.450 menjadi titik krusial pertama. Area tersebut merupakan batas atas pergerakan intraday sekaligus zona yang beberapa kali menjadi titik distribusi dalam beberapa sesi terakhir.
Selama IHSG belum mampu bertahan dan ditutup konsisten di atas zona ini, ruang pergerakan cenderung berada dalam rentang konsolidasi.
Di sisi bawah, level 8.350 menjadi penopang awal yang terlihat dari low sesi di 8.358,72. Apabila tekanan berlanjut dan indeks turun menembus area 8.350, maka rentang berikutnya berada di kisaran 8.300 yang sebelumnya menjadi area pantulan saat koreksi terdalam Februari.
Area 8.300–8.320 menjadi zona teknikal yang menentukan apakah struktur rebound tetap terjaga atau kembali memasuki fase koreksi lanjutan.
Volume Perdagangan
Dari sisi volume, aktivitas perdagangan masih relatif stabil dibanding rata-rata beberapa pekan terakhir. Tidak terlihat lonjakan volume ekstrem yang menandakan distribusi besar, namun juga belum muncul akselerasi signifikan yang mengindikasikan dorongan beli agresif.
Struktur ini menggambarkan pasar berada dalam fase menunggu konfirmasi arah berikutnya.
Secara sentimen, pergerakan IHSG masih dipengaruhi dinamika eksternal yang bergerak variatif, termasuk fluktuasi indeks global dan pergerakan komoditas utama.
Di dalam negeri, pelaku pasar masih mencermati arah aliran dana asing dan respons terhadap rilis data ekonomi yang akan datang. Variasi arus dana asing dalam beberapa sesi terakhir turut membentuk volatilitas intraday.
Dengan posisi saat ini, pergerakan IHSG berada di antara dua titik krusial: resistensi 8.430–8.450 dan support 8.350 serta 8.300. Respons indeks terhadap kedua area tersebut akan menjadi penentu apakah penguatan berlanjut menuju uji level yang lebih tinggi, atau kembali menguji struktur penopang di bawahnya dalam jangka pendek.(*)