KABARBURSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat signifikan pada perdagangan awal pekan, Senin 20 Oktober 2025, naik 74,56 poin atau setara 0,94 persen ke level 7.990,22. Sebelumnya, pada perdagangan Jumat, 17 Oktober 2025, IHSG dibuka di level 8.132,44 dan ditutup di level 7.915.
Sepanjang sesi pembukaan pagi ini, IHSG sempat menyentuh level tertinggi di 8.001,88 dan level terendah di 7.983,65. Total volume transaksi tercatat sebesar 8,62 juta lot dengan nilai perdagangan mencapai Rp623,87 miliar dari 66,43 ribu transaksi di seluruh pasar.
Arus dana asing mencatatkan net buy atau pembelian bersih senilai Rp3,04 triliun di seluruh pasar. Total nilai pembelian asing mencapai Rp10,49 triliun, sedangkan nilai penjualan asing tercatat Rp7,45 triliun. Investor asing mendominasi 31,41 persen transaksi, sementara investor domestik masih memegang porsi lebih besar yaitu 68,59 persen.
Top gainers pada sesi pembukaan hari ini dipimpin oleh PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) yang melonjak 24,71 persen ke harga Rp1.640 per saham. Diikuti PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) yang naik 18,42 persen ke Rp270, PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO) menguat 16,22 persen ke Rp645, PT Murni Sadar Tbk (MTMH) naik 12,94 persen ke Rp1.440, dan PT GTS Internasional Tbk (GTSI) meningkat 12,62 persen ke Rp116.
Sementara itu, top losers dipimpin oleh PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) yang turun 14,88 persen ke harga Rp14.725 per saham. Disusul PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) turun 14,88 persen ke Rp3.660.
Sementara untuk PT Geoprima Solusi Tbk (GPSO) melemah 14,55 persen ke Rp940, PT Selaras Citra Nusantara Perkasa Tbk (SCNP) terkoreksi 14,44 persen ke Rp160, dan PT Martina Berto Tbk (MBTO) turun 13,38 persen ke Rp246.
Secara sektoral, penguatan indeks didorong oleh sektor energi yang naik 1,33 persen, sektor keuangan naik 1,03 persen, sektor barang siklikal menguat 0,88 persen, sektor infrastruktur naik 0,84 persen, dan sektor properti menguat 0,75 persen. Sementara itu, pelemahan terbatas terjadi pada sektor teknologi yang turun 0,21 persen serta sektor industri dasar yang terkoreksi 0,29 persen.
Analis pasar modal menilai penguatan IHSG di awal pekan mencerminkan sentimen positif dari pasar global serta optimisme investor terhadap stabilitas makroekonomi domestik.
Arus dana asing yang masuk cukup besar juga menjadi katalis utama kenaikan indeks, dengan potensi pergerakan lanjutan di rentang 7.950–8.050 sepanjang hari perdagangan.
IHSG diperkirakan akan bergerak menguat secara terbatas dalam sepekan perdagangan 20 hingga 24 Oktober 2025, seiring ekspektasi pemangkasan suku bunga Bank Indonesia dan rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat.
Retail Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Indri Liftiany Travelin Yunus mengungkapkan sentimen tersebut diyakini menjadi pemicu rebound pasar setelah koreksi tajam yang terjadi pada pekan sebelumnya. (*)