KABARBURSA.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat reli impresif pada Senin, 24 November 2025. Indeks melesat naik 128.32 poin atau setara 1.53 persen dan ditutup menuju level 8,542.68, didorong derasnya arus beli asing yang mencapai 4.47 triliun. Sepanjang sesi, IHSG bergerak stabil di jalur hijau hingga ditutup mendekati level tertinggi harian. Total nilai transaksi pasar mencapai 22.38 triliun dengan frekuensi 2.44 juta kali, menandai minat beli yang sangat solid di awal pekan.
Meski indeks menguat tajam, tidak semua saham mengikuti euforia pasar. Di tengah reli yang memperkuat sentimen pelaku pasar, terdapat sepuluh saham yang justru tertekan dan masuk daftar top loser pada perdagangan hari ini. Data perdagangan memperlihatkan bahwa tekanan jual di sejumlah saham cukup signifikan, terutama pada saham berkapitalisasi menengah yang terkena aksi ambil untung setelah kenaikan beberapa waktu terakhir.
Saham tuan rumah penurunan terparah diraih oleh Semen Indonesia dengan kode SMGR yang melemah 2.96 persen ke level 2,620 setelah turun 80 poin. Pelemahan SMGR terjadi di tengah sentimen sektor material yang masih belum stabil, meski IHSG menguat luas. Menyusul di bawahnya terdapat saham KDB Tifa Finance dengan kode TIFA yang terkoreksi 2.94 persen ke level 462, mencerminkan tekanan sektor pembiayaan yang masih menghadapi volatilitas tenor pendek.
Saham Wijaya Karya Bangunan Gedung atau WEGE juga tidak mampu bertahan dalam sentimen positif pasar dan turun 2.94 persen ke level 66. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sektor konstruksi masih tertekan oleh sentimen pembiayaan proyek yang berlapis.
Penurunan serupa dialami Citra Putra Realty melalui kode CLAY yang tergelincir 2.90 persen ke level 2,680, menambah daftar emiten properti yang belum pulih dari tekanan demand sektor hunian dan komersial. Sementara Bank Maspion Indonesia dengan kode BMAS juga ditutup melemah 2.88 persen ke 675, menjadi satu-satunya saham perbankan dalam daftar top loser hari ini.
Panca Global Kapital atau PEGE mengalami koreksi 2.82 persen ke level 172 meskipun sebelumnya sempat mencatat kenaikan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Pradiksi Gunatama melalui kode PGUN turun 2.69 persen ke 12,650 seiring aksi jual lanjutan yang menekan sektor produsen makanan kemasan.
Dua saham lainnya yang turut mencatat penurunan yaitu CITY atau Natura City Development yang melemah 2.67 persen ke level 182, dan Transcoal Pacific atau TCPI yang terpangkas 2.61 persen ke level 7,475 meski nilai transaksi keduanya tergolong besar.
Kondisi ini menunjukkan bahwa reli IHSG tidak sepenuhnya merata. Beberapa saham tercatat mengalami aksi jual profit taking, sementara sebagian lainnya masih dibayangi sentimen sektoral yang belum stabil. Namun secara umum, pelaku pasar memandang penguatan IHSG hari ini sebagai sinyal momentum yang masih bertahan, terutama dengan dukungan kuat dari pembelian investor asing.(*)