KABARBURSA.COM - Laju Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menunjukkan performa yang impresif pada awal perdagangan pagi ini, Kamis 7 Mei 2026. Berdasarkan data bursa yang terpantau pada pukul 09.00 WIB, indeks kebanggaan pasar modal Indonesia ini langsung tancap gas dengan menguat signifikan sebesar 1,07 persen atau bertambah 75,88 poin ke level 7.168,35.
Keberhasilan IHSG menembus level psikologis 7.100 didorong oleh penguatan merata di hampir seluruh sektor saham. Sektor industri dasar atau Basic Industry memimpin jalannya reli dengan lonjakan sebesar 2,07 persen. Tak ketinggalan, sektor infrastruktur juga mencatatkan kenaikan manis sebesar 1,12 persen, diikuti oleh sektor industri yang menguat 1,23 persen. Sektor lain seperti kesehatan naik 0,98 persen, properti naik 0,87 persen, serta sektor keuangan yang menjadi tumpuan indeks turut menghijau sebesar 0,74 persen.
Melihat deretan saham yang paling banyak diburu investor, kode emiten BPTR milik PT Batavia Prosperindo Trans Tbk menjadi primadona dengan kenaikan fantastis mencapai 21,18 persen ke harga 103 per lembar saham. Di posisi kedua, ada PT Penta Valent Tbk dengan kode emiten PEVE yang melonjak 13,11 persen ke level 414. Selanjutnya, saham PT Danasupra Erapacific Tbk dengan kode emiten DEFI terkerek naik 13,00 persen ke harga 226, disusul oleh PT Pyridam Farma Tbk atau kode emiten PYFA yang menguat 12,11 persen ke posisi 426, dan PT Asia Pramulia Tbk dengan kode emiten ASPR yang naik 10,62 persen ke level 500.
Namun, di tengah pesta penguatan ini, beberapa saham justru mengalami tekanan jual yang cukup dalam. PT Ricky Putra Globalindo Tbk dengan kode emiten RICY memimpin jajaran saham yang terkoreksi dengan penurunan sebesar 14,29 persen ke posisi 108. Di belakangnya, saham PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk dengan kode emiten ABDA turun 11,76 persen ke harga 4.200. Kemudian ada PT Sillo Maritime Perdana Tbk atau kode emiten SHIP yang melemah 10,32 persen ke level 3.650, saham asuransi lainnya yakni PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk dengan kode emiten AMAG terkoreksi 6,73 persen ke harga 416, serta PT Era Graharealty Tbk dengan kode emiten IPAC yang melandai 5,81 persen ke level 146.
Volume transaksi di awal perdagangan pagi ini terpantau cukup ramai dengan total sebanyak 8,30 juta lot saham yang telah berpindah tangan. Aktivitas pasar yang bergairah ini mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp390,34 miliar di seluruh pasar, dengan kontribusi pasar reguler sebesar Rp390,29 miliar. Dari sisi intensitas perdagangan, tercatat sebanyak 52.800 kali frekuensi transaksi telah dilakukan oleh para investor, yang turut mengiringi lonjakan tajam IHSG ke level 7.168.
Berdasarkan analisis dari MNC Sekuritas dalam laporan Daily Scope Wave, posisi pergerakan IHSG saat ini diyakini sedang berada pada bagian dari wave v dari wave A dari wave 2 pada skenario label hitam, atau bagian awal dari wave B dari wave 2 pada skenario label merah. Secara teknikal, analis memperkirakan skenario terburuk jika terjadi koreksi adalah menuju rentang 6.645 hingga 6.838. Namun dalam kondisi terbaiknya, IHSG memiliki peluang untuk terus menguat guna menguji level resisten di kisaran 7.212 hingga 7.418. Untuk perdagangan hari ini, MNC Sekuritas menetapkan titik dukungan atau support pada level 6.838 dan 6.745, sementara level resisten berada di 7.022 dan 7.240.(*)