KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih bergerak dalam fase rawan koreksi meski pada perdagangan sebelumnya berhasil ditutup menguat. Tekanan pasar dinilai belum sepenuhnya mereda seiring pola teknikal yang masih menunjukkan potensi pelemahan lanjutan.
Dalam riset harian MNC Sekuritas, IHSG tercatat menguat 0,50 persen ke level 7.092 dengan dominasi volume pembelian. Namun penguatan tersebut dinilai belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren naik secara penuh.
Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut posisi IHSG saat ini masih berada dalam fase wave lanjutan yang membuat pergerakan indeks berpotensi fluktuatif.
“IHSG saat ini sedang berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah,” tulis Herditya dalam riset Daily Scope Wave MNC Sekuritas, Kamis, 7 Mei 2026.
Secara teknikal, MNC Sekuritas menilai skenario terburuk atau worst case masih membuka peluang koreksi IHSG menuju area 6.645 hingga 6.838. Sementara dalam skenario terbaik, indeks diperkirakan berpotensi menguat untuk menguji area resistance di kisaran 7.212 sampai 7.418.
Posisi support IHSG dipetakan berada di level 6.838 dan 6.745, sedangkan resistance terdekat berada pada area 7.022 dan 7.240.
Secara analitik, kondisi ini menunjukkan pasar saham domestik masih berada dalam fase konsolidasi setelah volatilitas tinggi beberapa waktu terakhir. Meski minat beli mulai kembali terlihat, arah tren jangka pendek dinilai belum sepenuhnya solid.
MNC Sekuritas turut mencermati sejumlah saham yang dinilai mulai menunjukkan pergerakan teknikal menarik.
Saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) disebut mengalami penguatan 3,25 persen ke level 254 disertai peningkatan volume pembelian. Herditya menilai posisi saham tersebut saat ini berada pada bagian dari wave [c] dari wave 2.
Sementara itu, PT Sentul City Tbk (BKSL) menguat 6,60 persen ke level 113 dengan dukungan volume pembelian, meski pergerakannya masih tertahan MA20. Menurut MNC Sekuritas, posisi BKSL saat ini berada di awal wave 1 dari wave (C).
Pergerakan signifikan juga terlihat pada saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) yang melonjak 10,06 persen ke level 1.805 dan berhasil menembus MA20. Herditya menyebut posisi UNVR diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [a] dari wave B dari wave (B).
Adapun PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) tercatat menguat 6,47 persen ke level 905 dengan dukungan volume pembelian. Namun MNC Sekuritas menilai ruang penguatan saham tersebut mulai terbatas dan rawan terkoreksi membentuk wave lanjutan.
Dalam ringkasan teknikalnya, MNC Sekuritas bahkan memberi label IHSG jangka pendek satu sampai dua hari masih dalam kondisi bearish.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.