Logo
>

Rupiah Hari ini Diprediksi Melemah, Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian Global

Rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di tengah sentimen geopolitik dan keraguan pasar terhadap ekonomi domestik.

Ditulis oleh Moh. Alpin Pulungan
Rupiah Hari ini Diprediksi Melemah, Pasar Masih Dibayangi Ketidakpastian Global
Rupiah diprediksi melemah di tengah ketidakpastian global, sentimen Timur Tengah, dan keraguan pasar terhadap ekonomi RI. Foto: Dok. KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan nilai tukar rupiah masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Kamis, 7 Mei 2026, namun cenderung ditutup melemah di tengah sentimen global yang belum sepenuhnya stabil.

“Untuk perdagangan besok (Kamis, 7 Mei 2026), mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.380 sampai Rp17.420,” kata Ibrahim Assuaibi dalam riset hariannya, Rabu, 6 Mei 2026.

Prediksi tersebut muncul meski rupiah berhasil ditutup menguat pada perdagangan sore kemarin. Mata uang Garuda tercatat menguat 36 poin ke level Rp17.387 per dolar AS dibanding penutupan sebelumnya di posisi Rp17.424. Bahkan pada sesi perdagangan, rupiah sempat menguat hingga 40 poin.

Menurut Ibrahim, pergerakan rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen eksternal dan domestik. Dari luar negeri, pasar merespons positif sinyal Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.

Trump sebelumnya menyatakan akan menghentikan sementara operasi pengawalan kapal di Selat Hormuz untuk membuka ruang negosiasi dengan Teheran. Pernyataan tersebut langsung meredakan sebagian kekhawatiran pasar terhadap gangguan distribusi energi global.

“Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara Blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Proyek Kebebasan akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Perjanjian dapat diselesaikan dan ditandatangani,” tulis Trump di media sosial.

Sentimen itu ikut menekan indeks dolar AS pada perdagangan Rabu. Pelemahan dolar kemudian memberi ruang bagi mata uang emerging market, termasuk rupiah, untuk bergerak menguat sementara.

Meski demikian, ketidakpastian belum benar-benar hilang. Selat Hormuz masih menjadi titik krusial jalur distribusi energi dunia, mengingat kawasan tersebut membawa sekitar seperlima pasokan minyak dan gas global.

Di dalam negeri, Ibrahim menyoroti optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diklaim mulai mengalami percepatan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pertumbuhan ekonomi kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen menjadi sinyal penguatan aktivitas ekonomi nasional. Pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus tambahan untuk menjaga momentum pertumbuhan pada kuartal berikutnya.

Namun, menurut Ibrahim, angka tersebut masih memunculkan tanda tanya di kalangan ekonom dan pelaku pasar. Salah satu indikator yang disorot adalah penurunan Indeks Keyakinan Konsumen Bank Indonesia.

Data BI menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen Maret 2026 berada di level 122,9 basis poin, turun dibanding Januari 2026 yang mencapai 127 basis poin.

Kondisi ini menunjukkan pasar masih menahan optimisme terhadap klaim percepatan ekonomi pemerintah. Di tengah kombinasi sentimen geopolitik global dan keraguan terhadap daya tahan konsumsi domestik, pergerakan rupiah diperkirakan tetap rentan dalam jangka pendek.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Moh. Alpin Pulungan

Asisten Redaktur KabarBursa.com. Jurnalis yang telah berkecimpung di dunia media sejak 2020. Pengalamannya mencakup peliputan isu-isu politik di DPR RI, dinamika hukum dan kriminal di Polda Metro Jaya, hingga kebijakan ekonomi di berbagai instansi pemerintah. Pernah bekerja di sejumlah media nasional dan turut terlibat dalam liputan khusus Ada TNI di Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Subianto di Desk Ekonomi Majalah Tempo.

Lulusan Sarjana Hukum Universitas Pamulang. Memiliki minat mendalam pada isu Energi Baru Terbarukan dan aktif dalam diskusi komunitas saham Mikirduit. Selain itu, ia juga merupakan alumni Jurnalisme Sastrawi Yayasan Pantau (2022).