Logo
>

IHSG Tertekan Jelang Pekan Baru, Uji Kuat di Area Kritis 7.057

Tekanan jual merata dari saham big caps hingga lapis menengah, sementara likuiditas tetap tinggi di tengah uji support krusial awal pekan.

Ditulis oleh Yunila Wati
IHSG Tertekan Jelang Pekan Baru, Uji Kuat di Area Kritis 7.057
IHSG esok hari diprediksi masih melanjutkan tekanan. (Foto: dok KabarBursa)

KABARBURSA.COM - IHSG menutup akhir pekan, Jumat, 27 Maret 2026, dengan satu pesan yang cukup jelas, bahwa tekanan belum benar-benar mereda, hanya bergeser bentuk. Penurunan 0,94 persen ke level 7.097,06 terjadi di tengah rentang pergerakan yang relatif sempit, namun konsisten berada di zona bawah sepanjang sesi. 

Data intraday yang mencatat level tertinggi di 7.154,56 dan terendah di 7.070,21 memperlihatkan bahwa tekanan jual muncul sejak awal dan tidak mengalami perlawanan berarti hingga penutupan.

Aktivitas transaksi yang mencapai Rp11,71 triliun dengan volume 197,79 juta lot dan frekuensi 1,39 juta kali masih menunjukkan likuiditas pasar yang terjaga, dengan distribusi terjadi secara merata. Sedangkan di pasar reguler, dominasi volume sebesar 180,50 juta lot dengan nilai Rp10,57 triliun mengindikasikan bahwa tekanan bukan berasal dari transaksi tipis, melainkan dari pergerakan aktif pelaku pasar. 

Dalam kondisi seperti ini, arah indeks lebih ditentukan oleh distribusi di saham-saham berkapitalisasi besar yang memiliki bobot signifikan.

Misalnya saja TLKM yang turun 3,79 persen ke 3.050. Koreksi ini menjadi salah satu faktor penekan indeks secara langsung. Begitu pula dengan pergerakan UNVR yang terkoreksi 4,12 persen ke 1.860, juga memperlihatkan bahwa saham defensif tidak lagi menjadi penahan volatilitas dalam sesi tersebut. 

Kombinasi pelemahan ini membuat ruang pemulihan indeks menjadi terbatas dalam jangka pendek.

Di sisi lain, pelemahan pada saham lapis menengah seperti FISH, PRIM, TRIN, ASSA hingga ROCK yang terkoreksi di kisaran 3,9 hingga 4,4 persen juga menunjukkan distribusi yang lebih luas di pasar. Di sini, tidak terfokus pada satu sektor tertentu, melainkan menyebar ke sektor agribisnis, kesehatan, properti, hingga logistik. 

Dengan sebaran tekanan yang merata, pergerakan indeks menjadi lebih sensitif terhadap sentimen agregat dibandingkan katalis sektoral.

Tekanan Masih Berlanjut Esok Hari

Jika dikaitkan dengan proyeksi teknikal yang menempatkan IHSG pada fase wave (v) dari wave [c] dalam struktur yang lebih besar, maka posisi saat ini masih berada dalam fase akhir dari satu siklus penurunan. 

Rentang proyeksi koreksi ke area 6.745 hingga 6.887 muncul sebagai bagian dari skenario lanjutan apabila tekanan jual tetap berlanjut. Pada saat yang sama, area support 7.057 yang sangat dekat dengan posisi penutupan menjadi titik uji awal pada pembukaan perdagangan berikutnya.

Namun, terdapat skenario alternatif ketika struktur wave A pada label biru telah selesai terbentuk. Dalam kondisi tersebut, ruang penguatan menuju 7.450 hingga 7.779 menjadi terbuka, terutama jika indeks mampu bertahan di atas area support terdekat dan diikuti peningkatan volume beli. 

Dengan resistance terdekat di 7.374 dan 7.527, pergerakan awal pekan akan sangat ditentukan oleh respons pasar terhadap dua level kunci tersebut.

Pergerakan saham-saham pilihan juga memperlihatkan dinamika yang berbeda di tengah tekanan indeks. CUAN yang naik 2,22 persen ke 1.150 masih berada dalam tekanan jual meski mendekati akhir struktur wave naiknya.

Sementara DSNG menguat 4,58 persen ke 1.600 dengan dukungan volume pembelian yang lebih jelas. UNTR yang turun tipis ke 30.600 masih menunjukkan tekanan distribusi, sedangkan AMRT bergerak melemah dengan indikasi potensi lanjutan koreksi ke area yang lebih rendah.

Dengan konfigurasi tersebut, pembukaan perdagangan Senin, 30 Maret 2026 akan berada dalam posisi yang sensitif terhadap level support terdekat. Data transaksi, distribusi sektor, serta tekanan pada saham berkapitalisasi besar menjadi faktor yang akan menentukan apakah indeks bertahan di atas 7.057 atau bergerak menguji area di bawahnya. 

Pada saat yang sama, keberadaan likuiditas yang masih tinggi menunjukkan bahwa setiap pergerakan, baik lanjutan koreksi maupun potensi pembalikan arah, akan tetap berlangsung dalam intensitas transaksi yang aktif.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79