KABARBURSA.COM - PT Indosat Tbk (ISAT) resmi melakukan pembagian dividen untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025. Keputusan ini dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) oada Selasa, 5 Mei 2026.
Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, dividen tunai yang digelontorkan sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham.
"Yang akan dibayarkan paling lambat pada 30 hari setelah diumumkannya ringkasan risalah rapat," tulis manajemen dalam keterangannya.
Usai pembagian dividen tersebut, sisa laba bersih Indosat untuk tahun buku 2025 sebesar Rp1,92 triliun. Manajemen Indosat menyebut, sisa laba itu akan dialokasikan sebagai laba ditahan.
Merujuk laporan keuangan yang dipublikasikan, sepanjang 2025 Indosat mampu membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp5,51 triliun. Angka ini naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,92 triliun.
Kenaikan tersebut dibarengi pertumbuhan pendapatan usaha Indosat yang mencapai Rp58,52 triliun pada 2025, naik dari Rp55,86 triliun pada tahun sebelumnya.
Beban operasional jaringan Indosat pada 2025 menjadi Rp18,74 triliun, ataun naik dari Rp18,14 triliun pada 2024. Beban penyusutan dan amortisasi juga meningkat menjadi Rp15,83 triliun dibanding Rp15,55 triliun pada tahun sebelumnya.
Pindah ke sisi neraca, total aset Indosat per akhir 2025 naik menjadi Rp118,62 triliun per akhir 2025 dibanding Rp114,38 triliun pada akhir 2024. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan aset lancar menjadi Rp19 triliun serta aset tetap yang mencapai Rp75,09 triliun.
Kas dan setara kas perseroan tercatat sebesar Rp5,07 triliun, meningkat dibanding posisi akhir 2024 sebesar Rp4,45 triliun. Piutang usaha pihak ketiga juga naik menjadi Rp2,56 triliun dari Rp2,17 triliun.
Di sisi liabilitas, total kewajiban perseroan naik menjadi Rp79,12 triliun dibanding Rp77,73 triliun pada akhir 2024. Liabilitas jangka panjang terbesar masih berasal dari liabilitas sewa pembiayaan yang mencapai Rp33,09 triliun.
Adapun total ekuitas Indosat meningkat menjadi Rp39,50 triliun dibanding Rp36,65 triliun pada akhir tahun sebelumnya. Saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya tercatat sebesar Rp17,26 triliun. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.