KABARBURSA.COM – Pada perdagangan akhir pekan kemarin, Jumat, 27 Februari 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat ke level 8.235 dan bergerak konsisten di atas rata-rata pergerakan 20 hari (MA20).
Penguatan tersebut disertai peningkatan volume pembelian, yang menandakan partisipasi transaksi lebih aktif dibandingkan fase konsolidasi sebelumnya.
Secara teknikal, struktur pergerakan menunjukkan indeks berada dalam bagian wave (c) dari wave [x], dengan proyeksi rentang penguatan lanjutan pada area 8.440 hingga 8.650 apabila momentum terjaga.
Posisi IHSG di atas MA20 membuka ruang pengujian area resistance terdekat di 8.306 dan 8.437. Selama indeks mampu bertahan di atas area support 8.025 dan 7.861, struktur kenaikan jangka pendek masih terjaga.
Rentang pergerakan tersebut menjadi referensi teknikal untuk perdagangan awal pekan, termasuk pada sesi Senin, 2 Maret 2026, dengan fokus pada respons indeks terhadap area resistance terdekat.
Saham-saham Rekomendasi
Secara pergerakan saham, ada beberapa rekomendasi saham-saham yang menarik diperdagangkan esok hari.
Dimulai dari PT Indika Energy Tbk (INDY). Pada perdagangan terakhir, INDY ditutup menguat 4,26 persen ke level 3.670 dan disertai peningkatan volume beli. Pergerakan tersebut mengindikasikan keberlanjutan fase impulsif yang dalam struktur gelombang teridentifikasi sebagai bagian dari wave [iii] dari wave 5.
Selama harga bergerak di atas area 3.470–3.620 sebagai zona buy on weakness, peluang pengujian target 3.910 hingga 4.200 tetap terbuka, dengan batas pengendalian risiko di bawah 3.320.
Kedua, PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) mencatat kenaikan 8,33 persen ke level 1.625 dan menembus MA60 dengan dukungan volume pembelian. Penembusan rata-rata jangka menengah tersebut memperkuat indikasi kelanjutan tren naik, dengan posisi harga diperkirakan berada pada bagian wave [iii] dari wave C dalam struktur wave (B).
Area 1.550–1.605 menjadi zona akumulasi teknikal, sementara target harga berada pada rentang 1.670 hingga 1.745, dengan batas risiko di bawah 1.535.
Selanjutnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terkoreksi 3,01 persen ke 3.540 dan ditutup di bawah MA60, disertai tekanan jual. Secara struktur, pergerakan diperkirakan berada pada fase koreksi wave (ii) dari wave [c], sehingga membuka peluang pembentukan area pantulan teknikal pada rentang 3.410–3.510.
Target pemulihan berada pada 3.660 hingga 3.810, dengan batas pengamanan di bawah 3.390.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) menguat 3,03 persen ke level 2.380 dengan peningkatan volume pembelian. Struktur teknikal mengindikasikan posisi harga berada pada bagian wave [v] dari wave 1 dalam wave (5), yang secara historis merepresentasikan fase lanjutan tren naik jangka pendek.
Area 2.340–2.370 menjadi rentang akumulasi teknikal, dengan target harga 2.490 hingga 2.590 dan batas risiko di bawah 2.300.
Secara komparatif, TAPG dan INDY menunjukkan karakteristik momentum yang lebih agresif dengan dukungan volume beli dan posisi harga di atas rata-rata pergerakan penting. Sedangkan UNVR memperlihatkan indikasi lanjutan tren dengan struktur impulsif yang masih berkembang.
Sementara, TLKM berada dalam fase koreksi teknikal yang berpotensi membentuk titik masuk pada area support terdekat apabila tekanan jual mereda.
Pergerakan IHSG yang mampu bertahan di atas MA20 menjadi faktor pendukung sentimen teknikal untuk awal pekan. Arah indeks pada pengujian resistance 8.306 akan menjadi indikator lanjutan kekuatan pasar, dengan perhatian pada distribusi volume dan respons harga terhadap area tersebut.
Jika tekanan beli berlanjut, ruang menuju 8.440–8.650 tetap terbuka dalam skenario lanjutan wave (c), dengan area support 8.025 sebagai batas penjagaan struktur kenaikan jangka pendek.(*)