KABARBURSA.COM – Saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) melemah pada perdagangan Selasa, 3 Maret 2026, setelah salah satu direkturnya, Suresh Vembu, tercatat melepas sebagian kepemilikan saham.
Hingga penutupan perdagangan, saham AKRA turun 3,65 persen atau 50 poin ke level Rp1.320 dari posisi penutupan sebelumnya Rp1.370.
Berdasarkan laporan transaksi resmi, Suresh melakukan serangkaian penjualan pada 26 dan 27 Februari serta 2 Maret 2025. Rinciannya meliputi penjualan 2.500 saham di harga Rp1.305, 12.200 saham di harga Rp1.310, serta 2.100.000 saham di harga Rp1.349.
Total saham yang dilepas mencapai 2.114.700 lembar dengan nilai transaksi sekitar Rp2,85 miliar. Setelah transaksi tersebut, kepemilikannya tersisa 2,8 juta saham atau setara 0,014 persen dari sebelumnya 4,92 juta saham atau 0,025 persen.
Pergerakan Intraday dan Teknikal
Pada sesi perdagangan hari ini, saham AKRA dibuka di level Rp1.390 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp1.395 sebelum bergerak turun hingga mencatatkan level terendah Rp1.315. Tekanan jual intraday mendorong harga bertahan di bawah level pivot harian dan mendekati area support Fibonacci di kisaran Rp1.315.
Kapitalisasi pasar AKRA tercatat sekitar Rp26,50 triliun dengan rasio price to earnings 10,83 kali dan dividend yield sekitar 7,58 persen.
Secara teknikal, indikator momentum masih menunjukkan kecenderungan positif meski harga terkoreksi. Relative Strength Index (RSI) berada di level 53,15 yang mencerminkan kondisi netral cenderung menguat.
Indikator MACD mencatatkan sinyal beli dengan nilai 10,428, sementara ADX di level 26,30 menunjukkan adanya kekuatan tren. CCI berada di area 152,56 yang mengindikasikan tekanan beli sebelumnya cukup kuat, meski Ultimate Oscillator memberikan sinyal jual jangka pendek.
Dari sisi rata-rata pergerakan, seluruh moving average utama mulai dari MA5 hingga MA200 berada dalam kategori beli, baik pada perhitungan sederhana maupun eksponensial. MA5 dan MA10 berada di kisaran Rp1.308–Rp1.309, sementara MA20 di sekitar Rp1.297 dan MA50 di Rp1.279.
Struktur ini menunjukkan harga masih berada di atas rata-rata pergerakan jangka pendek dan menengah meskipun mengalami koreksi intraday.
Berdasarkan pivot point klasik, area support terdekat berada di kisaran Rp1.330 hingga Rp1.290, sementara resistance berada di area Rp1.395 hingga Rp1.420. Penutupan di Rp1.320 menempatkan harga di bawah pivot harian Rp1.355 dan mendekati zona support Fibonacci Rp1.315.
Pergerakan ini mencerminkan tekanan jangka pendek yang muncul bersamaan dengan laporan transaksi insider.
Secara keseluruhan, pelepasan saham oleh direktur menjadi sentimen jangka pendek yang beriringan dengan koreksi harga intraday. Namun dari sisi teknikal, struktur tren menengah masih ditopang oleh posisi harga yang berada di atas sebagian besar rata-rata pergerakan utama.
Arah pergerakan berikutnya akan dipengaruhi kemampuan harga bertahan di atas area Rp1.315–Rp1.300 serta respons pasar terhadap dinamika kepemilikan saham manajemen.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.