KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada sesi I perdagangan Selasa, 4 Maret 2026. Indeks tercatat turun 343,19 poin atau 4,32 persen ke level 7.596,58.
Berdasarkan data perdagangan yang dihimpun Kabarbursa.com, IHSG dibuka di level 7.896,38, sempat menyentuh posisi tertinggi 7.897,81 sebelum bergerak turun hingga menyentuh level terendah 7.584,86 sepanjang sesi. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp17,79 triliun dengan volume mencapai 345,25 juta lot.
Di tengah pelemahan indeks tersebut, sejumlah saham justru mencatatkan arus dana asing masuk. Data menunjukkan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memimpin daftar net foreign buy pada perdagangan sesi I dengan volume 351,43 juta saham.
Posisi berikutnya ditempati PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan net foreign buy sebesar 133,21 juta saham, disusul PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) sebesar 63,99 juta saham.
Saham lain yang juga masuk dalam daftar akumulasi asing adalah PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) sebesar 43,36 juta saham, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) sebanyak 32,48 juta saham, serta PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA) dengan net foreign buy mencapai 28,28 juta saham.
Selain itu, aliran dana asing juga tercatat masuk pada saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) sebesar 25,92 juta saham, PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) sebesar 24,66 juta saham, serta PT Multipolar Tbk (MLPL) sebesar 22,63 juta saham.
Sementara itu, PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG) mencatat net foreign buy sebesar 21 juta saham, diikuti PT Black Diamond Resources Tbk (COAL) sebesar 20,24 juta saham.
Beberapa saham lainnya yang turut masuk daftar akumulasi asing adalah PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dengan net foreign buy 17.077.900 saham, PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA) sebesar 16.687.000 saham, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) sebesar 15.928.100 saham, PT Krakatau Sarana Infrastruktur Tbk (KAQI) sebesar 14.443.200 saham, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebesar 13.969.900 saham, serta PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) sebesar 13.493.100 saham.
Jika dilihat dari komposisi saham yang masuk daftar akumulasi asing, aliran dana tersebut terlihat tersebar pada sejumlah sektor, dengan dominasi saham energi, tambang, dan infrastruktur. Beberapa emiten sektor energi seperti BUMI, MEDC, ESSA, serta PTBA tercatat berada dalam daftar net foreign buy pada sesi perdagangan pagi.
Selain itu, saham sektor pelayaran dan logistik seperti BULL dan SMDR, serta emiten sektor properti seperti KPIG dan BUVA juga mencatat akumulasi asing pada sesi tersebut.
Di sisi lain, tekanan pasar juga terlihat pada sejumlah saham yang masuk daftar trending dengan koreksi signifikan. Saham BUMI turun 7,94 persen ke level 232, PT Petrosea Tbk (PTRO) merosot 9,44 persen ke 5.275, serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melemah 8,84 persen ke 4.020.
Beberapa saham energi dan komoditas lain juga mengalami tekanan, seperti MEDC yang turun 3,68 persen ke 1.830 serta PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) yang terkoreksi 4,86 persen ke level 2.350.
Pergerakan ini mencerminkan tekanan pasar yang cukup dalam pada sesi perdagangan pagi, meski aliran dana asing masih terlihat masuk secara selektif ke sejumlah saham tertentu. (*)