Logo
>

Laba AMMN Sepanjang 2025 Turun ke USD258 Juta, Apa Penyebabnya?

Transisi ke Fase 8 dan ramp-up smelter menekan produksi dan penjualan sepanjang 2025.

Ditulis oleh Syahrianto
Laba AMMN Sepanjang 2025 Turun ke USD258 Juta, Apa Penyebabnya?
Kinerja AMMN 2025 tertekan akibat transisi tambang dan smelter. (Foto: Dok. Amman Mineral)

KABARBURSA.COM – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) membukukan laba bersih USD258 juta sepanjang 2025, turun dari USD641 juta pada tahun sebelumnya. Penjualan bersih juga menurun menjadi USD1,847 miliar dari USD2,664 miliar.

Direktur Utama AMMAN Arief Sidarto menyampaikan penurunan kinerja terjadi seiring fase transisi operasional. Ia menyebut peralihan ke penambangan Fase 8 dan proses ramp-up smelter memberi tekanan jangka pendek pada produksi dan margin.

“Tahun 2025 merupakan fase penting menuju operasi tembaga dan emas terintegrasi penuh,” ujar Arief dalam siaran persnya, Kamis, 26 Maret 2026.

Secara operasional, produksi konsentrat mencapai 446.563 metrik ton kering, dengan kandungan 209 juta pon tembaga dan 102.758 ons emas. Produksi konsentrat turun 41 persen secara tahunan, sementara produksi tembaga dan emas masing-masing turun 47 persen dan 87 persen.

Penurunan ini terjadi seiring penurunan kadar bijih pada awal Fase 8 serta penggunaan stockpile berkadar rendah. Namun, produksi konsentrat dan emas tetap melampaui panduan tahunan masing-masing sebesar 4 persen dan 14 persen.

Di sisi hilir, perusahaan mencatat tonggak baru dengan produksi katoda tembaga sebesar 79.849 ton dan emas murni 124.723 ons. Penjualan katoda mencapai 75.943 ton, sementara emas murni terjual 114.149 ons sepanjang tahun.

Kinerja keuangan menunjukkan EBITDA sebesar USD1,057 miliar dengan margin 57 persen. Meski EBITDA turun dari USD1,426 miliar pada 2024, margin meningkat dari 54 persen.

Penjualan sepanjang tahun didominasi paruh kedua, dengan kontribusi kuartal IV mencapai sekitar 70 persen. Kondisi ini terjadi setelah stabilisasi operasi smelter dan dimulainya penjualan logam hasil pemurnian.

Dari sisi neraca, total aset meningkat menjadi USD13,87 miliar, sementara total utang mencapai USD6,43 miliar dengan utang bersih USD5,76 miliar. Ekuitas tercatat USD5,43 miliar per akhir 2025.

Belanja modal tercatat USD1,37 miliar, menurun 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan progres proyek-proyek ekspansi utama yang mendekati tahap penyelesaian.

Perusahaan juga melanjutkan pengembangan proyek strategis, termasuk smelter berkapasitas 900.000 ton konsentrat per tahun, ekspansi pabrik konsentrator hingga 85 juta ton, serta pembangunan PLTGU 450 MW.

Memasuki 2026, AMMAN menargetkan produksi 900.000 ton konsentrat dengan kandungan 485 juta pon tembaga dan 579.000 ons emas, seiring fokus pada stabilisasi operasi smelter dan peningkatan kapasitas produksi.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.