KABARBURSA.COM – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) mencatat lonjakan kinerja pada kuartal I 2026 dengan penjualan neto mencapai Rp22,4 triliun atau tumbuh 41,12 persen secara tahunan (year on year/yoy).
Adapun laba bersih tercatat sebesar Rp495,6 miliar, naik 133,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Hasan Aula, Deputy Group CEO Erajaya, mengatakan capaian ini mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi yang dijalankan secara konsisten.
“Memasuki tahun ke-30 Erajaya, pencapaian ini menegaskan bahwa fondasi yang telah kami bangun selama tiga dekade kini semakin mengakselerasi pertumbuhan,” ujar dia dalam siaran pers dikutip, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menambahkan, kinerja solid di kuartal I 2026 mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi yang dijalankan secara konsisten. "Ini didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel yang terukur, serta semakin kuatnya kontribusi dari berbagai vertikal bisnis,” sambung Hasan Aula.
Secara rinci, laba bruto ERAA tercatat sebesar Rp2,39 triliun, meningkat 33,07 persen secara tahunan. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp452,7 miliar atau naik 122,73 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, segmen ponsel dan tablet masih menjadi kontributor utama pendapatan. Kinerja juga terdorong oleh tingginya aktivitas konsumsi selama periode Tahun Baru Imlek dan Ramadan, terutama pada produk aksesori dan gaya hidup.
Di luar segmen utama tersebut, kontribusi dari Erajaya Active Lifestyle serta Erajaya Food & Nourishment terus meningkat. Perkembangan ini mencerminkan diversifikasi bisnis yang dijalankan untuk memperluas sumber pendapatan di luar perangkat telekomunikasi.
Erajaya saat ini mengoperasikan 2.333 jaringan ritel yang didukung oleh 70 pusat distribusi di seluruh Indonesia. Infrastruktur tersebut menjadi basis ekspansi perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar dan memperkuat ekosistem ritel terintegrasi.
Manajemen menyatakan akan terus memperkuat posisi sebagai ekosistem ritel terintegrasi melalui ekspansi terukur, peningkatan pengalaman pelanggan, serta pengembangan portofolio merek yang relevan dengan kebutuhan konsumen.
Saham ERAA Fluktuatif Sejak Awal Tahun
Pergerakan saham ERAA sepanjang tahun berjalan menunjukkan pola fluktuatif. Dalam periode year to date (ytd), harga saham berada di kisaran 360 hingga 430 sebelum kembali bergerak ke area 410 pada akhir April.
Pada perdagangan harian terakhir, saham ERAA ditutup di level 410 atau turun 1,44 persen. Pergerakan intraday menunjukkan pola naik turun dalam rentang sempit di kisaran 402 hingga 414.
Data tersebut mencerminkan dinamika harga yang masih bergerak variatif, meskipun kinerja fundamental perusahaan menunjukkan pertumbuhan pada kuartal I 2026.(*)