Logo
>

Laba MAPI Melonjak 34,5 Persen di Kuartal I 2026, Saham Justru Loyo

Ratih menyatakan MAP mampu merespons permintaan secara efektif, sehingga menghasilkan penjualan yang lebih kuat di semua segmen.

Ditulis oleh Hutama Prayoga
Laba MAPI Melonjak 34,5 Persen di Kuartal I 2026, Saham Justru Loyo
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) mencatat pertumbuhan laba di kuartal I 2026 (Foto: MAP Grup)

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAP (MAPI) sukses membukukan pendapatan bersih sebesar Rp12,3 triliun pada kuartal I 2026. Angka ini tumbuh 32,0 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang senilai Rp9,31 triliun.

Laba kotor MAPI turut mengalami kenaikan menjadi Rp4,9 triliun, dengan laba usaha meningkat sebesar 35,0 persen menjadi Rp1,1 triliun, dan EBITDA mencapai Rp1,9 triliun.

Pada bottomline, laba bersih MAP pada tiga bulan pertama tahun 2026 tercatat Rp762 miliar, tumbuh 34,5 persen dibanding periode serupa yang sebesar Rp172,41 miliar.

"Kami mengawali tahun ini dengan kinerja yang positif, didukung oleh aktivitas belanja pelanggan yang tumbuh stabil dan semakin meningkat menjelang periode Lebaran di bulan Maret," ujar Ratih Gianda, selaku VP Investor Relations, Corporate Communications, and Sustainability MAP Group.

Dengan persiapan yang matang, Ratih menyatakan MAP mampu merespons permintaan secara efektif, sehingga menghasilkan penjualan yang lebih kuat di semua segmen. Hal-hal inilah yang menurutnya mampu menopang kinerja di kuartal I 2026.

Seiring dengan berkembangnya preferensi pelanggan, MAP terus memperluas portofolio brandnya dengan menghadirkan Aquazurra, Guess, dan Hollister. Perusahaan juga meningkatkan efisiensi operasional melalui pengelolaan biaya yang lebih disiplin dan meningkatkan back-end process, sekaligus mengoptimalkan otomasi dan digitalisasi untuk melayani pelanggan dengan lebih baik di semua platform.

Ratih menegaskan memasuki di tahun 2026, MAP akan terus melanjutkan momentum ini. Namun, pihaknya akan mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati di tengah lingkungan yang dinamis, seiring ketegangan geopolitik, kenaikan biaya, dan pelemahan rupiah yang mungkin menciptakan ketidakpastian ke depannya.

"Didukung oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta komitmen tim, kami tetap responsif untuk menavigasi kondisi saat ini dengan disiplin. Kami berharap upaya ini dapat mendukung pembentukan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan," pungkas Ratih.


Pergerakan Saham MAPI

Meski kinerja keuangan terbilang positif, tidak menjadikan saham MAPI bergerak naik. Pada perdagangan terakhir, Kamis, 30 April 2026, saham ritel ini tergelincir hingga 5,81 persen ke level Rp1.215.

Mengutip data perdagangan Stockbit, tekanan saham ini berlanjut dalam periode sepekan dengan koreksi sebesar 6,90 persen. Meski demikian, dalam rentang satu bulan,  MAPI masih mencatatkan penguatan sebesar 11,47 persen.

Pada periode tiga bulan, saham ini juga masih berada di zona positif dengan kenaikan 2,53 persen. Namun, dalam enam bulan terakhir, saham MAPI kembali terkoreksi sebesar 5,81 persen.

Secara year to date (YTD), saham ini mencatatkan kenaikan sebesar 4,29 persen. Sementara itu, dalam satu tahun terakhir, MAPI masih mengalami penurunan sebesar 10,33 persen.

Dalam jangka lebih panjang, tekanan juga terlihat pada periode tiga tahun dengan koreksi sebesar 11,31 persen. Namun, dalam lima tahun terakhir, saham MAPI masih mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 51,88 persen. Bahkan dalam rentang 10 tahun, saham MAPI menguat hingga 189,29 persen. (*)
 

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Hutama Prayoga

Hutama Prayoga telah meniti karier di dunia jurnalistik sejak 2019. Pada 2024, pria yang akrab disapa Yoga ini mulai fokus di desk ekonomi dan kini bertanggung jawab dalam peliputan berita seputar pasar modal.

Sebagai jurnalis, Yoga berkomitmen untuk menyajikan berita akurat, berimbang, dan berbasis data yang dihimpun dengan cermat. Prinsip jurnalistik yang dipegang memastikan bahwa setiap informasi yang disajikan tidak hanya faktual tetapi juga relevan bagi pembaca.