KABARBURSA.COM – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) memilih tetap mempertahankan strategi harga yang kompetitif. Strategi ini dijalankan di tengah kenaikan biaya bahan baku akibat tingginya harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Emiten ritel ini menilai, strategi menjaga harga tetap kompetitif dapat membantu perseroan menjaga pertumbuhan penjualan sekaligus mempertahankan daya saing di industri ritel.
Di samping mempertahankan harga yang terjangkau, emiten ritel ini juga memperluas variasi produk serta meningkatkan porsi produk dengan merek sendiri (in-house brand).
Strategi tersebut diarahkan untuk menyesuaikan kebutuhan konsumen yang terus berubah sekaligus memperkuat diferensiasi produk di tengah persaingan pasar.
Analis MNC Sekuritas, Catherine Florencia, menilai pengembangan in-house brand menjadi salah satu strategi yang efektif bagi pelaku ritel modern. Menurutnya, kepemilikan merek sendiri memberikan keleluasaan lebih besar bagi perusahaan dalam mengelola harga, biaya produksi, hingga kualitas produk.
“Melalui pengembangan in-house brand, MDIY memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pricing, cost maupun quality. Strategi ini menjadi salah satu langkah cerdas untuk menjaga volume penjualan sekaligus mempertahankan overall blended pricing yang tetap kompetitif dibandingkan para pesaing,” ujar Catherine dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2026.
Menurut Catherine, kombinasi antara strategi harga dan pengelolaan bauran produk juga berdampak terhadap kualitas laba perusahaan. Hal itu terlihat dari perbaikan arus kas operasional yang didorong oleh semakin cepatnya perputaran persediaan barang.
Pada kuartal I 2026, inventory turnover days MDIY membaik menjadi 188 hari, dibandingkan 224 hari pada periode sebelumnya. Perbaikan tersebut menunjukkan barang bergerak lebih cepat di jaringan toko sehingga dana yang sebelumnya tertahan dalam persediaan dapat kembali menjadi kas dalam waktu yang lebih singkat.
“Perputaran stok yang semakin cepat merupakan indikator bahwa operating cash flow juga membaik. Ini berkat juga berkat dari strategi pricing maupun bauran produk yang sesuai. Di sisi lain, profitabilitas MDIY tidak hanya tercermin dari laba akuntansi, tetapi juga didukung oleh kemampuan menghasilkan kas dari aktivitas operasional,” jelas Catherine.
Bagaimana Pertumbuhan Penjualan dan Laba MDIY?
Di tengah persaingan yang semakin ketat di sektor ritel, MDIY juga mencatatkan pertumbuhan kinerja pada awal tahun ini.
Pada kuartal I 2026, pendapatan perseroan mencapai Rp2,4 triliun, meningkat 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Dari sisi operasional, EBITDA naik 28,4 persen menjadi Rp728 miliar, sedangkan laba bersih tumbuh 35,5 persen menjadi Rp307 miliar.
Catherine menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan tidak hanya berasal dari peningkatan penjualan, tetapi juga didukung oleh profitabilitas dan kemampuan menghasilkan arus kas yang tetap terjaga.
Menurutnya, strategi harga yang kompetitif, penguatan portofolio produk, serta pengembangan in-house brand menjadi faktor yang membantu MDIY mempertahankan posisi bersaing di industri ritel modern, meski perusahaan masih menghadapi tekanan biaya akibat kondisi ekonomi dan pelemahan rupiah.(*)