Logo
>

Lima Saham ini Dilepas Asing Rp3,29 Triliun hingga Sesi I

Penjualan bersih asing terkonsentrasi pada lima saham dengan nilai transaksi terbesar di tengah volatilitas IHSG hingga sesi I perdagangan.

Ditulis oleh Syahrianto
Lima Saham ini Dilepas Asing Rp3,29 Triliun hingga Sesi I
Data transaksi hingga pertengahan sesi menunjukkan pelepasan asing terkonsentrasi pada saham sektor energi, batu bara, dan properti. (Foto: KabarBursa/Desty Luthfiani)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih pada sejumlah saham hingga sesi I perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berfluktuasi. 

    Data transaksi hingga pertengahan sesi menunjukkan pelepasan asing terkonsentrasi pada saham sektor energi, batu bara, dan properti, dengan nilai transaksi yang relatif besar di sisi jual.

    Berdasarkan data broker summary hingga sesi I, saham BUMI menjadi yang paling banyak dilepas investor asing. 

    Saham ini mencatatkan net sell sebesar 258.000.100 saham. Dari sisi nilai transaksi, nilai jual asing pada BUMI tercatat mencapai Rp2,60 triliun, sementara nilai beli asing berada di level Rp2,34 triliun hingga pertengahan sesi perdagangan.

    Selain BUMI, tekanan jual asing juga terlihat pada saham HUMI. Hingga sesi I, HUMI mencatatkan penjualan bersih asing sebesar 153.617.700 saham, dengan nilai jual Rp175,99 miliar dan nilai beli Rp22,37 miliar. Angka tersebut menempatkan HUMI sebagai salah satu saham dengan pelepasan asing terbesar pada perdagangan hari ini.

    Saham sektor properti LPKR juga masuk dalam daftar saham yang dilepas asing. Hingga sesi I, LPKR mencatatkan net sell 153.037.800 saham, dengan nilai jual asing Rp178,15 miliar dan nilai beli Rp25,11 miliar.

    Tekanan serupa terlihat pada saham BULL dan INET. BULL mencatatkan penjualan bersih asing sebesar 129.672.700 saham, dengan nilai jual Rp158,44 miliar dan nilai beli Rp28,77 miliar. Sementara itu, INET membukukan net sell 115.615.700 saham, dengan nilai jual Rp179,65 miliar dan nilai beli Rp64,03 miliar hingga sesi I.

    Di sektor energi dan pertambangan, sejumlah saham juga mencatatkan pelepasan bersih asing. DEWA mencatatkan net sell 66.841.600 saham, dengan nilai jual Rp205,05 miliar dan nilai beli Rp138,21 miliar. 

    Saham ADRO mencatatkan penjualan bersih 34.419.500 saham, dengan nilai jual Rp50,85 miliar dan nilai beli Rp16,43 miliar hingga pertengahan sesi.

    Saham MBMA juga tercatat dilepas investor asing hingga sesi I. Saham ini membukukan net sell 32.011.400 saham, dengan nilai jual Rp77,21 miliar dan nilai beli Rp45,20 miliar. 

    Selain itu, saham COAL mencatatkan penjualan bersih 26.623.600 saham, dengan nilai jual Rp38,69 miliar dan nilai beli Rp12,06 miliar.

    Di luar sektor energi, pelepasan asing juga terjadi pada saham BBKP. Hingga sesi I, BBKP mencatatkan net sell 43.889.100 saham, dengan nilai jual Rp55,50 miliar dan nilai beli Rp11,61 miliar. 

    Saham VKTR dan PPRE turut mencatatkan penjualan bersih asing, masing-masing sebesar 40.733.300 saham dan 37.696.700 saham.

    Data perdagangan juga menunjukkan pelepasan asing pada saham MINA, CPRO, dan GTSI. MINA mencatatkan net sell 44.140.800 saham, dengan nilai jual Rp72,01 miliar. 

    CPRO membukukan penjualan bersih 45.526.200 saham, dengan nilai jual Rp70,66 miliar, sedangkan GTSI mencatatkan net sell 35.936.600 saham hingga sesi I. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.