KABARBURSA.COM – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY), melakukan ekspansi program Recycle Dropbox menjadi 52 toko per Rabu, 26 November 2025.
Program yang berangkat sejak 2024 sebanyak 10 toko, kini telah menyebar di berbagai wilayah Jabodetabek, Serang, dan Bandung, sebagai bagian komitmen keberlanjutan yang berfokus pada pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan.
CFO MR. D.I.Y. Indonesia, Rika Juniaty Tanzil, mengatakan bahwa perluasan program Recycle Dropbox bersama Rekosistem merupakan cara menghadirkan fasilitas sederhana dan mudah diakses pelanggan untuk berkontribusi secara positif dan nyata terhadap lingkungan.
“Dengan lebih dari 1.100 toko di seluruh Indonesia, MR.D.I.Y. Indonesia akan terus berupaya menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli lingkungan, serta mendukung secara nyata Gerakan Nasional 'Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029'," ujar Rika dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu, 30 November 2025.
Kolaborasi ini juga menandai langkah penting bagi kemitraan antara sektor bisnis dan teknologi dalam mengatasi tantangan pengelolaan sampah di Indonesia.
Joshua Valentino, COO dan Co-Founder Rekosistem mengungkapkan, Rekosistem berkomitmen menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang lebih transparan dan efisien melalui pemanfaatan data dan teknologi.
"Dari hasil pengumpulan ribuan kilogram sampah di 10 toko MR.D.I.Y. pada periode sebelumnya, kami melihat bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan dampak nyata dalam mengurangi timbunan sampah sekaligus menekan emisi karbon," ungkapnya.
Adapun sejak diluncurkan pada (Maret 2024 hingga Juli 2025), program Recycle Dropbox yang ditempatkan di 10 toko awal berhasil mengumpulkan (1.025 kg sampah) melalui (567 kali pengambilan). Sampah yang terkumpul didominasi anorganik sebesar (79,4 persen) dengan komposisi plastik (40,63 persen), kertas (25,59 persen), kardus (7,52 persen), logam (2,74 persen), serta sebagian kecil beling, MLP, dan residu lainnya.
Program ini mencatat tingkat pemulihan (recovery rate) sebesar (79,4 persen), jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pengelolaan sampah nasional yang berada pada kisaran (22 persen). Total sampah yang berhasil diproses itu berkontribusi pada pengurangan emisi karbon sebanyak (841,78 kg CO₂ ekuivalen).
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, timbulan sampah nasional pada 2024 mencapai (37,311,750.55 ton per tahun), dengan tingkat sampah terkelola sebesar (32,2 persen) atau sekitar (12,014,479.91 ton per tahun). Pemerintah menilai partisipasi sektor swasta seperti MR.D.I.Y dapat membantu percepatan target “Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029”.
“Kami menyambut baik inisiatif MR.D.I.Y. Indonesia dan Rekosistem yang selaras dengan arah kebijakan nasional pengelolaan sampah berkelanjutan. Partisipasi aktif sektor swasta seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran publik dan memperluas dampak gerakan Menuju Indonesia Bebas Sampah 2029,” ujar Agus Rusly, Direktur Pengurangan Sampah dan Pengembangan Ekonomi Sirkular, Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH).
Kejar Status ESG di Masa Mendatang?
Dalam keterbukaan informasi, MDIY menegaskan bahwa perluasan program Recycle Dropbox tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.
Tidak ada kontribusi finansial yang dicatat dari implementasi program ini, sehingga langkah tersebut diposisikan sebagai inisiatif keberlanjutan, bukan ekspansi bisnis.
Meski begitu, perusahaan mulai menautkan program ini ke indikator lingkungan yang kerap digunakan dalam penilaian ESG, seperti tingkat pemulihan sampah, reduksi emisi karbon, serta perluasan partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah.
Dengan jangkauan baru 52 toko dari lebih dari 1.100 toko MR.D.I.Y di Indonesia, ruang perluasan program masih terbuka jika perseroan ingin memperbesar dampak lingkungan di masa mendatang.
Dengan indikator yang mulai dikumpulkan secara sistematis bersama Rekosistem, MDIY berpotensi memperkuat pencapaian lingkungan yang dapat mendukung penilaian ESG. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.