KABARBURSA.COM – PT Medela Potentia Tbk (MDLA) menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp12,6 per saham. Total dividen yang dibagikan perseroan mencapai Rp176,56 miliar.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 12 Mei 2026. Dalam keterbukaan informasi, Medela Potentia juga menyampaikan jadwal pembagian dividen tunai kepada para pemegang saham.
Perseroan menetapkan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen atau cum dividen di pasar reguler dan negosiasi pada 22 Mei 2026. Sementara cum dividen di pasar tunai jatuh pada 26 Mei 2026.
Adapun awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen atau ex dividen di pasar reguler dan negosiasi dijadwalkan pada 25 Mei 2026. Sedangkan ex dividen di pasar tunai berlangsung pada 29 Mei 2026.
Emiten berkode saham MDLA itu menetapkan recording date atau tanggal daftar pemegang saham yang berhak atas dividen pada 26 Mei 2026. Sementara pembayaran dividen tunai dijadwalkan pada 17 Juni 2026.
Mengutip dari keterbukaan informasi, perseroan menyebut dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada recording date dan/atau pemilik saham perseroan pada rekening efek di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia tanggal 26 Mei 2026.
Mengacu data perdagangan saham terbaru, dividend yield saham MDLA berada di kisaran 5,73 persen dengan payout ratio sekitar 37,84 persen. Kapitalisasi pasar perusahaan tercatat itu mencapai sekitar Rp3,08 triliun.
Secara valuasi, saham MDLA diperdagangkan dengan price to earnings ratio (PER) tahunan sekitar 6,61 kali dan price to book value (PBV) sebesar 0,98 kali. Sementara earnings yield perseroan berada di level 12,93 persen.
Dari sisi kinerja, Medela Potentia membukukan laba bersih sekitar Rp117 miliar pada kuartal I 2026, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp110 miliar. Pendapatan perusahaan juga meningkat menjadi sekitar Rp4,03 triliun dari sebelumnya Rp3,9 triliun pada kuartal I 2025.
Secara tahunan, emiten kesehatan tersebut mencatat pendapatan sekitar Rp14,89 triliun sepanjang 2025 dengan laba bersih sekitar Rp392 miliar. Sementara laba bersih trailing twelve months (TTM) tercatat sekitar Rp399 miliar.
Pergerakan saham MDLA sendiri masih bergerak fluktuatif. Dalam sepekan terakhir saham ini turun sekitar 8,33 persen dan terkoreksi sekitar 16,67 persen secara year to date. Namun dalam satu tahun terakhir, saham tersebut masih mencatat kenaikan sekitar 13,99 persen.
Bagi pemegang saham yang sahamnya tercatat dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen akan dilakukan melalui pemindahbukuan ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pada perusahaan efek atau bank kustodian tempat investor membuka rekening efek.(*)