Logo
>

Revisi Laporan Tahunan, Garuda (GIAA) Raih Dukungan Modal USD1,4 Miliar

GIAA menyesuaikan Annual Report 2025 setelah revisi laporan keuangan, termasuk data penerbangan dan pemeliharaan pesawat.

Ditulis oleh Syahrianto
Revisi Laporan Tahunan, Garuda (GIAA) Raih Dukungan Modal USD1,4 Miliar
Garuda Indonesia menyampaikan revisi laporan tahunan 2025 kepada OJK dan BEI pada 12 Mei 2026. (Foto: Dok. Kabarbursa.com)

KABARBURSA.COM – PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melakukan revisi atas Laporan Tahunan atau Annual Report tahun buku 2025. 

Revisi tersebut disampaikan manajemen kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat resmi tertanggal 12 Mei 2026.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan penyesuaian dilakukan merujuk revisi laporan keuangan tahun buku 2025 yang sebelumnya telah disampaikan perusahaan. 

“Bersama ini perkenan kami kembali menyampaikan Laporan Tahunan tahun buku 2025 yang sudah disesuaikan merujuk pada Revisi Laporan Keuangan Tahunan Tahun Buku 2025 terkini,” ujar Glenny dalam surat resmi perusahaan dikutip, Kamis, 14 Mei 2026.

Dalam dokumen tersebut, manajemen menyebut revisi laporan tahunan dilakukan dengan mengacu pada sejumlah ketentuan pasar modal dan keterbukaan informasi. 

Di antaranya Peraturan OJK Nomor 29/POJK.04/2016 tentang laporan tahunan emiten dan perusahaan publik, serta POJK Nomor 7/POJK.04/2018 mengenai penyampaian laporan melalui sistem elektronik emiten.

Selain itu, revisi juga mengacu pada Surat OJK Nomor S-16/SEOJK.04/2021 tentang bentuk dan isi laporan tahunan emiten atau perusahaan publik. Garuda juga merujuk ketentuan Bursa Efek Indonesia Nomor I-E Tahun 2022 terkait kewajiban penyampaian informasi.

Berdasarkan lampiran revisi yang disampaikan perseroan, perubahan utama terdapat pada halaman 172 hingga 174 laporan tahunan 2025. Perubahan tersebut mencakup penyesuaian narasi dan tabel operasional yang berkaitan dengan data pendapatan, jumlah beban, serta hasil segmen operasi penerbangan.

Manajemen juga melakukan penyesuaian pada bagian indikator operasional jasa pemeliharaan pesawat. Dalam revisi tersebut, angka untuk tahun 2025 ditambahkan dengan memasukkan data Non-Garuda Indonesia Group sehingga narasi dan tabel produktivitas pemeliharaan pesawat ikut berubah menyesuaikan revisi Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK) nomor 47.

Selain segmen pemeliharaan pesawat, Garuda Indonesia turut memperbarui bagian profitabilitas operasi lain-lain. Penyesuaian tersebut dilakukan agar seluruh narasi dan tabel dalam laporan tahunan selaras dengan revisi laporan keuangan 2025 yang telah lebih dahulu diumumkan perusahaan.

Dalam surat yang ditandatangani Glenny Kairupan itu, manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada regulator atas perhatian dan dukungan yang diberikan terhadap proses penyampaian revisi dokumen perusahaan.

Penyampaian revisi laporan tahunan ini menjadi bagian dari kewajiban keterbukaan informasi emiten di pasar modal. 

Langkah tersebut juga dilakukan agar seluruh informasi operasional dan keuangan yang tercantum dalam laporan tahunan tetap konsisten dengan revisi laporan keuangan terbaru perusahaan.(*)

Disclaimer:
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Syahrianto

Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.