KABARBURSA.COM – Harga minyak mentah melonjak pada Minggu, 19 April 2026, ketika Amerika Serikat dan Iran berada di ambang konflik baru setelah terjadi serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.
Seperti dilansir CNBC, kontrak berjangka West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei naik sekitar 7 persen menjadi USD89,85 per barel.
Sementara itu, patokan internasional Brent untuk pengiriman Juni meningkat hampir 7 persen menjadi USD96,57 per barel.
Angkatan Laut Amerika Serikat pada Minggu menembaki sebuah kapal kontainer Iran di Teluk Oman, dan kemudian Marinir mengambil alih kapal tersebut, kata Presiden Donald Trump.
“Kapal itu berusaha melewati blokade laut yang diberlakukan AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran,” ujar Trump dalam unggahan di Truth Social.
Penyitaan kapal oleh AS terjadi setelah Iran menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada Sabtu, 18 April 2026. Kapal-kapal cepat Garda Revolusi menembaki tanker tersebut dan sebuah kapal kontainer terkena proyektil yang tidak diketahui asalnya, menurut Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris.
Trump pada Minggu kembali mengancam akan menghancurkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika para pemimpinnya tidak menerima kesepakatan dengan AS. Perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran akan berakhir pekan ini. Trump menyebut serangan Iran terhadap kapal-kapal pada akhir pekan sebagai “pelanggaran total” terhadap gencatan senjata tersebut.
Belum jelas apakah AS dan Iran akan menggelar putaran kedua perundingan damai di Pakistan.
Trump mengatakan AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan di Islamabad pada Senin, 20 April 2026. Namun Iran menyatakan tidak akan hadir karena blokade laut AS yang masih berlangsung, serta sejumlah keberatan lainnya, menurut kantor berita negara IRNA.
Eskalasi ketegangan yang terjadi secara tiba-tiba pada akhir pekan ini muncul setelah AS dan Iran sebelumnya tampak mendekati kesepakatan pada akhir pekan lalu.
Harga minyak sempat turun pada Jumat setelah Iran secara tiba-tiba menyatakan Selat Hormuz sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas komersial sebagai respons atas gencatan senjata yang dimediasi AS di Lebanon.
Namun kemudian menjadi jelas bahwa Teheran tetap memberlakukan syarat yang sama untuk transit di selat tersebut seperti sebelumnya.
Sementara itu, Trump menolak mencabut blokade laut AS terhadap Iran. Teheran kemudian membalikkan sikap dan menyatakan bahwa selat tersebut akan tetap ditutup hingga blokade tersebut dicabut.(*)