Logo
>

Nikkei Cs Menguat, Pasar Asia Dibuka Positif

Bursa Asia menguat seiring meredanya tensi global dan sentimen positif dari Eropa serta Wall Street, namun IHSG masih tertahan tekanan jual asing dan bergerak lebih defensif di bawah level 9.000.

Ditulis oleh Yunila Wati
Nikkei Cs Menguat, Pasar Asia Dibuka Positif
Pasar Asia kompak menguat, sementara IHSG masih dalam bayang-bayang tekanan. Foto: Dok KabarBursa.

Poin Penting :

KABARBURSA.COM - Perdagangan bursa saham Asia pada Jumat pagi, 23 Januari 2026, dibuka dengan nada positif, mengikuti jejak penguatan indeks-indeks utama di Eropa dan Wall Street pada sesi sebelumnya. 

Kekhawatiran pasar mulai mereda, meskipun semua masih bergerak hati-hati karena ada sejulah agenda penting pada bank sentral serta rilis korporasi global.

Dari kawasan Pasifik, ASX 200 Australia dibuka cenderung datar, namun kemudian bergerak menguat. Hingga pukul 08.25 WIB, indeks ini naik 0,24 persen ke level 8.869,50. Pergerakannya relative gtenang, pasar memilih wait and see seiring minimnya katalis domestik dan fokus investor pada perkembangan global.

Di Asia Timur, penguatan terlihat lebih tegas. Kospi Korea Selatan dibuka naik 0,7 persen dan terus melaju hingga menguat 0,95 persen ke level 4.999,45. Indeks Kosdaq yang sarat saham teknologi dan pertumbuhan juga ikut menguat 0,74 persen. 

Kenaikan ini terjadi meski pasar regional mencermati tekanan di sektor semikonduktor global, menyusul anjloknya saham Intel di perdagangan after-hours Wall Street. Pasar Korea tampak lebih fokus pada sentimen domestik dan aliran dana jangka pendek yang masih masuk ke aset berisiko.

Di Jepang, Nikkei 225 dibuka menguat tipis 0,09 persen dan berlanjut naik 0,20 persen ke level 53.794,67. Topix bergerak seirama dengan kenaikan 0,27 persen. Investor Jepang terlihat berhati-hati menjelang keputusan Bank of Japan yang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga di level 0,75 persen. 

Data inflasi yang menunjukkan pelambatan inflasi utama ke 2,1 persen pada Desember—terendah sejak Maret 2022—memberi ruang bagi BoJ untuk menahan kebijakan, meski proyeksi HSBC soal potensi kenaikan suku bunga lanjutan pada 2026 tetap membayangi pasar obligasi dan nilai tukar yen.

Sentimen di kawasan China dan Hong Kong juga cenderung positif. Kontrak berjangka Hang Seng berada di level 26.917, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir indeks Hang Seng di 26.629,96. Indikasi ini menunjukkan pasar Hong Kong berpeluang dibuka menguat, sejalan dengan perbaikan sentimen global dan stabilisasi pasar regional.

IHSG Dibuka Melemah

Namun, tidak semua pasar bergerak searah. Di Indonesia, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru memulai hari dengan bayang-bayang tekanan. IHSG pada sesi sebelumnya ditutup melemah 0,2 persen ke level 8.992, masih di bawah level psikologis 9.000. 

Tekanan jual asing disebut masih menjadi faktor pembatas, meski ada upaya teknikal untuk kembali menembus ke atas 9.000. Dari sisi eksternal, iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) yang diperdagangkan di New York justru menguat 0,42 persen ke USD19,05, memberikan sinyal bahwa minat terhadap aset Indonesia di pasar global belum sepenuhnya surut.

Secara teknikal, posisi IHSG yang masih berada di bawah MA5 dan potensi terbentuknya death cross pada indikator MACD mengindikasikan ruang kenaikan jangka pendek masih terbatas. Pasar membuka peluang pelemahan terbatas untuk menutup gap di area 8.945, sementara area 9.074 menjadi resistance terdekat yang harus ditembus untuk memulihkan momentum.

Dengan demikian, peta pergerakan pasar Asia pagi ini menunjukkan mayoritas indeks utama berada di zona hijau—ASX 200, Kospi, Kosdaq, Nikkei 225, Topix, serta indikasi positif di Hang Seng futures—sementara IHSG masih tertinggal dan bergerak lebih defensif. 

Sentimen global yang membaik memang memberi dorongan, tetapi faktor teknikal dan arus dana asing membuat pasar Indonesia belum sepenuhnya ikut dalam reli Asia menjelang akhir pekan.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79