Logo
>

OBAT Tetap Bagi Dividen Meski Kinerja Saham Tertekan

PT Brigit Biofarmaka Teknologi membagikan dividen tunai Rp5,13 miliar meski saham dan laba perusahaan masih tertekan.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
OBAT Tetap Bagi Dividen Meski Kinerja Saham Tertekan
PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) memutuskan membagikan dividen tunai. Foto: dok OBAT

Poin Penting :

KABARBURSA.COM – PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) memutuskan membagikan dividen tunai kepada pemegang saham di tengah agenda pengembangan bisnis perusahaan pada sektor biofarmaka.

Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 11 Mei 2026. Dalam rapat itu, pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 untuk dibagikan sebesar 20 persen kepada pemegang saham. 

Berdasarkan hasil keputusan rapat, nilai dividen yang dibagikan setara Rp7,548 per saham. Dengan jumlah saham beredar sebanyak 680.376.575 lembar, total dividen yang dibagikan mencapai Rp5.135.482.388. 

Keputusan pembagian dividen tersebut diambil bersamaan dengan sejumlah agenda korporasi lain yang dibahas dalam RUPS, termasuk persetujuan laporan tahunan, pengesahan laporan keuangan, hingga penetapan susunan direksi dan komisaris perusahaan. 

Rapat juga menyetujui pemberian kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik Robert, Rudi, Yansen dan Rekan sebagai auditor laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2026. 

Selain itu, Perseroan mempertahankan susunan direksi dan komisaris untuk periode jabatan hingga 31 Desember 2026. Is Heriyanto tetap menjabat sebagai Direktur Utama bersama Atik Setyaningsih dan Angga Arie Wibowo sebagai direktur.

Sementara jajaran komisaris terdiri dari Machmud Lutfi Huzain sebagai Komisaris Utama, Narno Raharjo sebagai Komisaris, dan Dahlan Iskan sebagai Komisaris Independen. 

RUPS Tahunan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk dihadiri pemegang saham yang mewakili 436.877.100 saham atau 64,21 persen dari seluruh saham dengan hak suara sah yang telah dikeluarkan Perseroan.

Performa Saham OBAT

Di pasar saham, pergerakan saham OBAT dalam beberapa waktu terakhir masih berada dalam tekanan. Saham perusahaan diperdagangkan di kisaran Rp304 per saham dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp210 miliar.

Secara year to date, saham OBAT terkoreksi sekitar 20,62 persen. Dalam enam bulan terakhir, pelemahan saham mencapai 28,70 persen, sementara dalam satu tahun terakhir turun sekitar 39,01 persen.

Dari sisi valuasi, saham OBAT saat ini diperdagangkan pada price to earnings ratio (PE) sekitar 11,12 kali dengan price to book value (PBV) 1,52 kali. Sementara dividend yield tercatat sekitar 7,26 persen.

Data kinerja laba menunjukkan laba bersih tahunan perusahaan mengalami penurunan dalam beberapa periode terakhir. Annualised net income 2026 tercatat sekitar Rp12 miliar, turun dibanding 2025 sebesar Rp23 miliar dan 2024 sebesar Rp29 miliar.

Pada kuartal I 2026, laba bersih perusahaan tercatat sekitar Rp3 miliar, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7 miliar.

Meski demikian, Perseroan tetap mempertahankan pembagian dividen tunai. Rasio pembayaran dividen atau payout ratio tercatat sekitar 130,49 persen berdasarkan data annualised 2026.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.