KABARBURSA.COM – Sejumlah analis pasar modal merilis strategi berbeda untuk perdagangan Senin, 2 Maret 2026, di tengah meningkatnya eskalasi konflik global yang membayangi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Pendekatan yang ditawarkan terbagi antara strategi akumulasi saat koreksi dan trading taktis berbasis disiplin level teknikal.
Head of Research Retail MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menilai IHSG masih memiliki peluang penguatan selama mampu bertahan di atas area 8.150 hingga 8.230.
“Selama IHSG mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan target penguatan menuju 8.440 sampai 8.650,” ujar Herditya dalam riset hariannya.
Ia merilis empat saham dengan pendekatan buy on weakness, yakni INDY, TAPG, TLKM, dan UNVR. Strategi ini menekankan akumulasi saat harga terkoreksi mendekati area support, bukan pembelian agresif di area resistance. Setiap rekomendasi disertai target harga bertahap dan batas risiko (stop loss) di bawah level teknikal terdekat.
Pendekatan tersebut menempatkan koreksi sebagai peluang selama struktur tren belum rusak.
Sementara itu, BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) melalui Technical Analyst Reza Diofanda mengusung pendekatan berbeda dengan fokus pada swing trade dan day trade yang selektif.
“IHSG diperkirakan bergerak volatile dengan kecenderungan melemah. Support terdekat berada pada 8.150–8.100 dan resistance di 8.350,” tulis Reza dalam risetnya.
BRIDS merekomendasikan MEDC untuk strategi swing trade dengan entry di 1.650–1.700, target harga 1.775–1.835, dan stop loss di bawah 1.550.
Secara teknikal, MEDC dinilai masih berada dalam tren bullish dan sedang mengalami pullback ke area support 1.580–1.655.
Untuk strategi day trade, BRIDS memilih ELSA dengan entry 830–850, target 890–925, dan stop loss di bawah 800. ELSA disebut masih dalam tren bullish dengan support 815–840 dan resistance 890–925.
Rekomendasi day trade juga diberikan kepada MDKA dengan entry 3.500–3.700, target 3.840–3.960, dan stop loss di bawah 3.450. MDKA dinilai masih dalam tren bullish dan sedang pullback di area 3.460–3.650, didukung sentimen penguatan harga emas sebagai aset safe haven.
Di sisi lain, DSSA menjadi satu-satunya saham yang direkomendasikan sell. Saham tersebut berada di harga terakhir 78.925 dengan potensi pelemahan menuju support berikutnya di 75.250 setelah breakdown dari MA200 dan menembus support penting di area 87.475–83.875.
Pendekatan BRIDS menitikberatkan pada pengelolaan risiko dan ketepatan eksekusi level, dengan batas entry dan stop loss yang terukur di tengah volatilitas pasar global, bukan pada asumsi penguatan pasar secara menyeluruh. (*)