Logo
>

Pasar Asia Menghijau, Investor Mulai Berburu Saham Murah

Penguatan bursa Asia terjadi di tengah sikap hati-hati investor yang masih menanti petunjuk penting dari pasar global.

Ditulis oleh Citra Dara Vresti Trisna
Pasar Asia Menghijau, Investor Mulai Berburu Saham Murah
Ilustrasi bursa asia berada di zona hijau. Foto: dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM – Bursa saham Asia bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Penguatan ini terjadi seiring meningkatnya aksi beli selektif menjelang rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) akhir pekan ini.

Investor memanfaatkan valuasi yang dinilai lebih menarik dibanding pasar saham AS, sambil menunggu petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks Hang Seng memimpin penguatan di kawasan setelah sempat menyentuh level 26.045,07, naik sekitar 2,5 persen dibanding penutupan sebelumnya di 25.398,18.

Di Jepang, Nikkei 225 bergerak hingga 67.808,90 dari posisi penutupan sebelumnya di 66.734,24. Sementara itu, Kospi Korea Selatan sempat mencapai 8.933,62 dari posisi sebelumnya di 8.788,38.

Adapun Shanghai Composite turut menguat setelah menyentuh level 4.089,57 dibanding penutupan sebelumnya di 4.057,74.

Penguatan tersebut terjadi di tengah sikap hati-hati investor global yang masih menunggu data nonfarm payrolls (NFP) AS pada Jumat mendatang. Data tersebut dipandang sebagai salah satu indikator utama untuk mengukur kekuatan ekonomi AS sekaligus menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga The Fed pada semester kedua tahun ini.

Pelaku pasar saat ini cenderung melakukan akumulasi secara selektif ketimbang mengambil posisi agresif. Penurunan tekanan harga energi dalam beberapa hari terakhir menjadi salah satu faktor yang membantu memperbaiki sentimen di kawasan Asia.

Harga minyak Brent yang bergerak di kisaran USD94 hingga USD96 per barel dinilai mengurangi kekhawatiran terhadap risiko inflasi yang lebih tinggi di negara-negara importir energi di Asia.

Selain itu, stabilnya indeks dolar AS (DXY) di area 104,15 juga memberikan ruang bagi pasar saham regional untuk bergerak lebih tenang. Kondisi tersebut membantu meredakan tekanan terhadap mata uang negara berkembang dan mengurangi risiko arus keluar modal dalam jangka pendek.

Di pasar obligasi, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun bertahan di level 4,35 persen, sedangkan tenor dua tahun berada di kisaran 4,62 persen. Tidak adanya lonjakan baru pada yield obligasi AS membuat investor memiliki ruang untuk kembali masuk ke pasar saham setelah tekanan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sentimen dari China juga turut membantu pergerakan pasar. Langkah otoritas moneter China yang menambah likuiditas ke sistem perbankan memberikan dukungan terhadap pasar saham domestik dan membantu menopang indeks Shanghai serta Hang Seng.

Meski demikian, pelaku pasar masih menahan taruhan besar menjelang rilis data ketenagakerjaan AS. Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan ini, sehingga perhatian investor tertuju pada data ekonomi yang dapat memberikan petunjuk mengenai peluang pelonggaran moneter pada paruh kedua 2026.

Sejumlah pelaku pasar menilai kenaikan bursa Asia kali ini lebih mencerminkan aksi berburu saham yang dinilai murah dibanding perubahan besar pada prospek ekonomi global.

Valuasi saham di kawasan Asia masih dianggap relatif lebih menarik dibanding Wall Street yang sebelumnya menikmati reli panjang, terutama pada sektor teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Karena itu, arah pasar dalam beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan sangat dipengaruhi oleh data ekonomi AS. Jika laporan NFP menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat, ekspektasi suku bunga tinggi berpotensi bertahan lebih lama dan kembali menekan pasar negara berkembang. Sebaliknya, data yang lebih lemah dari perkiraan dapat membuka ruang bagi sentimen yang lebih positif di pasar saham Asia.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Citra Dara Vresti Trisna

Citra Dara Vresti Trisna adalah Asisten Redaktur KabarBursa.com yang memiliki spesialisasi dalam analisis saham dan dinamika pasar modal. Dengan ketelitian analitis dan pemahaman mendalam terhadap tren keuangan, ia berperan penting dalam memastikan setiap publikasi redaksi memiliki akurasi data, konteks riset, dan relevansi tinggi bagi investor serta pembaca profesional. Gaya kerjanya terukur, berstandar tinggi, dan berorientasi pada kualitas jurnalistik berbasis fakta.