KABARBURSA.COM – Meredanya lonjakan harga minyak memberi ruang penguatan pada bursa Asia pada perdagangan hari ini, di tengah investor yang masih memantau perkembangan konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Pergerakan harga energi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sentimen pasar setelah sebelumnya menekan saham kawasan. Di Tokyo, indeks Nikkei 225 ditutup pada level 55.425,53 atau naik 1.177,14 poin setara 2,17 persen dibanding sesi sebelumnya.
Penguatan ini terjadi ketika sentimen risiko di pasar mulai membaik setelah harga minyak turun dari level tertinggi sebelumnya.
Di Korea Selatan, indeks Kospi juga melonjak lebih tajam dengan kenaikan 194,91 poin atau 3,52 persen ke posisi 5.727,50. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor setelah tekanan pasar mereda seiring penurunan harga energi global.
“Namun pelunakan retorika Trump dari tuntutan menyerah total menjadi pernyataan bahwa misi sudah ‘sangat selesai’ adalah perkembangan yang disambut baik dan setidaknya dapat menenangkan pasar untuk sesi Asia hari ini,” kata Tony Sycamore, analis pasar di IG, dikutip dari Reuters, 10 Maret 2026.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng menguat 67,81 poin atau 0,26 persen menjadi 26.027,71, mencerminkan pergerakan positif yang lebih terbatas di tengah kehati-hatian investor terhadap perkembangan geopolitik.
Sementara itu di China daratan, indeks SSE Composite melemah tipis 6,09 poin atau 0,15 persen ke posisi 4.117,05, menunjukkan investor masih menimbang data ekonomi regional dan perkembangan global.
Data perdagangan China yang kuat pada awal tahun turut membantu menjaga sentimen di kawasan karena negara tersebut menjadi pusat perdagangan utama Asia. Laporan tersebut memberi dukungan terhadap prospek permintaan global dan aktivitas ekonomi regional. Meski demikian, ketegangan geopolitik masih menjadi perhatian pasar.
“Meski Amerika Serikat menahan diri untuk tidak segera menyerang Iran, ketegangan kemungkinan akan tetap tinggi seiring pengerahan tambahan aset militer AS ke Timur Tengah,” kata Gregory Brew, analis senior di Eurasia Group, dikutip dari Reuters, 11 Maret 2026.
Pergerakan bursa Asia hari ini mencerminkan upaya pasar untuk pulih setelah tekanan sebelumnya, meskipun investor tetap berhati-hati terhadap perkembangan geopolitik serta dampaknya terhadap harga energi dan stabilitas ekonomi global.(*)