Logo
>

Peluang Koreksi IHSG Masih Ada: Bagaimana BRPT, ESSA, INCO, dan TLKM?

IHSG memasuki fase konsolidasi dengan koreksi terbatas, sementara empat saham pilihan MNC Sekuritas dinilai memiliki peluang teknikal di tengah tekanan pasar.

Ditulis oleh Yunila Wati
Peluang Koreksi IHSG Masih Ada: Bagaimana BRPT, ESSA, INCO, dan TLKM?
IHSG hari ini diprediksi terkoreksi, meski sinyal naik masih ada. Foto: KabarBursa.com/Desty Luthfiani.

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Setelah sempat ditutup melemah tipis 0,06 persen ke level 8.611 pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Desember 2025, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari ini, memperlihatkan fase konsolidasi yang semakin terasa.

    Pada perdagangan kemarin, IHSG sempat menguji area penguatan 8.660. Kenaikan ini sudah tercapai dan menandai area resistance terdekat. Namun, tekanan jual muncul lebih dominan dan membuat pasar berada dalam mode wait and see setelah reli-reli pendek pada sesi sebelumnya. Reaksi pasar memperlihatkan bahwa investor memilih berhati-hati menjelang rangkaian sentimen eksternal yang masih bergulir.

    Dari sudut pandang teknikal, MNC Sekuritas menyebut bahwa koreksi IHSG masih berpeluang berlangsung namun cenderung terbatas selama indeks mampu bertahan di area 8.567–8.586. Level ini menjadi zona pengujian yang ideal sebagai best case sebelum IHSG berpeluang kembali menguat menuju 8.709. 

    Namun, skenario negatif tetap perlu diperhatikan, terutama bila tekanan jual meningkat hingga memaksa IHSG turun ke rentang 8.397–8.504. Dua level support harian di 8.553 dan 8.491 kini menjadi parameter penting untuk menjaga arah tren jangka pendek.

    Di tengah pelemahan terbatas IHSG, MNC Sekuritas masih menyoroti empat saham yang dinilai memiliki peluang teknikal menarik, yaitu BRPT, ESSA, INCO, dan TLKM. Keempatnya menunjukkan struktur gelombang yang berada pada fase awal penguatan, sekalipun beberapa di antaranya masih menghadapi tekanan jual.

    BRPT menjadi salah satu saham yang dipantau ketat setelah terkoreksi 0,29 persen ke 3.490. Tekanan jual memang mulai tampak, tetapi pola gelombangnya menunjukkan bahwa BRPT berpotensi memasuki awal wave C dari wave (B) selama harganya tetap bertahan di atas area kritis 3.350. 

    Dengan mengacu pada struktur tersebut, BRPT membuka peluang menuju 3.640 hingga 3.950 dalam beberapa sesi ke depan jika tekanan jual mereda.

    ESSA justru menjadi saham paling agresif di antara rekomendasi saham hari ini. Penguatan 4,10 persen ke 635 disertai volume beli yang solid menunjukkan bahwa saham ini tengah berada dalam dinamika yang sehat, meskipun pergerakannya tertahan oleh MA200. 

    MNC Sekuritas memperkirakan ESSA tengah berada di awal wave iii dari wave (c), yang berarti tren kenaikan masih terbuka menuju area 660 hingga 700. Syaratnya, saham ini mampu bertahan di atas level 600.

    INCO mengalami koreksi 1,01 persen ke 3.920 yang diiringi tekanan jual pada perdagangan kemarin. Hal ini menandakan bahwa minat beli masih selektif di sektor nikel. Meski demikian, struktur gelombang yang dianalisis MNC Sekuritas menunjukkan bahwa INCO berada dalam awal wave B dari wave (B). 

    Peluang pemulihan tetap terbuka selama support 3.770 tidak ditembus. Dengan demikian, potensi kenaikan menuju 4.160 hingga 4.290 masih relevan, terutama jika harga nikel global kembali mendukung dalam beberapa sesi ke depan.

    Sementara itu, TLKM melanjutkan penguatan tipis 0,56 persen ke 3.580 meski ditekan aksi jual. Tetapi pergerakannya masih berhasil menjaga posisi di atas MA20. Secara struktur, TLKM berada pada awal wave [v] dari wave 5, fase yang biasanya menandai peluang lanjutan tren naik dalam jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas area 3.500, ruang kenaikan menuju 3.710 hingga 3.830 masih terbuka.

    Berdasarkan gambaran tersebut, rekomendasi saham dari MNC Sekuritas hari ini memperlihatkan bahwa peluang teknikal masih terbuka di tengah tekanan IHSG. Empat saham pilihan menunjukkan pola gelombang yang konstruktif, meskipun masing-masing memiliki batasan risiko yang ketat. 

    IHSG sendiri berada dalam fase penentu, di mana respon pasar terhadap level 8.567–8.586 menjadi kunci arah jangka pendek. Jika level ini mampu menahan koreksi, ruang penguatan kembali ke 8.709 akan semakin besar dan menopang sentimen pada saham-saham yang direkomendasikan.(*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Yunila Wati

    Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

    Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

    Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79