Logo
>

Pendapatan Turun, Laba JSMR Ikut Terkontraksi

Adapun laba bersih untuk kepentingan non-pengendali tercatat Rp1,14 triliun, melengkapi lanskap kinerja yang sarat dinamika

Ditulis oleh Pramirvan Datu
Pendapatan Turun, Laba JSMR Ikut Terkontraksi
Hall Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Dok KabarBursa.com

KABARBURSA.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) menutup tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dengan torehan laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,65 triliun. Angka itu terkoreksi dari capaian tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,53 triliun. Sebuah kontraksi yang tak bisa diabaikan.

Adapun laba bersih untuk kepentingan non-pengendali tercatat Rp1,14 triliun, melengkapi lanskap kinerja yang sarat dinamika.

Merujuk laporan keuangan yang dirilis perseroan pada Selasa 3 Maret 2026, erosi laba tersebut berkelindan dengan penurunan pendapatan secara agregat. Sepanjang 2025, total pendapatan terkonsolidasi berada di level Rp29,89 triliun—terpangkas 5,87 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dari posisi Rp31,75 triliun pada periode sebelumnya. Penurunan ini menjadi determinan utama menyusutnya bottom line.

Pada segmen operasional, pendapatan tol dan konstruksi menunjukkan divergensi kinerja. Pendapatan tol justru meningkat menjadi Rp18,15 triliun, dari sebelumnya Rp17,22 triliun. Namun, pendapatan konstruksi mengalami koreksi signifikan, tereduksi dari Rp13,02 triliun menjadi Rp10,07 triliun. Sementara itu, lini usaha lainnya membukukan pertumbuhan moderat. Tahun 2025, pos ini menyumbang Rp1,65 triliun—naik 9,4 persen yoy dibandingkan Rp1,51 triliun pada 2024.

Di sisi lain, beban pokok pendapatan mengalami penurunan. Efisiensi ini mengerek laba kotor menjadi Rp11,78 triliun, lebih tinggi dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp11,31 triliun. Setelah diperhitungkan dengan berbagai beban operasional dan biaya lain-lain, laba usaha perseroan tercatat Rp9,64 triliun. Angka tersebut sedikit lebih baik dibandingkan Rp9,51 triliun pada tahun sebelumnya.

Namun tekanan tetap terasa. Laba per saham terdilusi dari Rp625 menjadi Rp504 per lembar, mencerminkan tekanan profitabilitas yang merembet hingga tingkat pemegang saham.

Dari perspektif neraca, JSMR justru menampilkan ekspansi yang impresif. Hingga akhir Desember 2025, total aset perusahaan melonjak menjadi Rp160 triliun—tumbuh 7,58 persen yoy dari Rp148,72 triliun pada 2024. Sebuah akselerasi aset yang mencerminkan strategi ekspansif dan intensifikasi investasi infrastruktur.

Konsekuensinya, total liabilitas juga meningkat menjadi Rp97,63 triliun, dibandingkan Rp89,88 triliun pada tahun sebelumnya. Meski demikian, struktur permodalan tetap menunjukkan penguatan. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp62,36 triliun, bertumbuh sekitar 5,9 persen dari posisi Rp58,83 triliun pada 2024.

Di tengah tekanan laba, fondasi aset menguat. Sebuah paradoks finansial yang menggambarkan fase konsolidasi sekaligus ekspansi dalam perjalanan korporasi.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Pramirvan Datu

Pram panggilan akrabnya, jurnalis sudah terverifikasi dewan pers. Mengawali karirnya sejak tahun 2012 silam. Berkecimpung pewarta keuangan, perbankan, ekonomi makro dan mikro serta pasar modal.