KABARBURSA.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah setelah Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, Iman Rachman, mengumumkan pengunduran diri dari jabatannya pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah tekanan pasar yang memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt selama dua hari berturut-turut.
Pengamat pasar modal sekaligus founder Republik Investor, Hendra Wardana, menilai dinamika tersebut mencerminkan fase krusial pasar modal Indonesia, ketika volatilitas ekstrem dan keputusan kelembagaan saling berkaitan dengan persepsi kepercayaan investor terhadap otoritas bursa.
“Pasar modal kita sedang berada dalam fase yang sangat krusial. Trading halt dua hari berturut-turut mencerminkan kepanikan pasar yang cukup tinggi, terutama karena kombinasi sentimen global dan kekhawatiran terhadap transparansi serta tata kelola pasar domestik,” ujar Hendra dalam pernyataan tertulis yang diterima Kabarbursa.com, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, pengunduran diri Direktur Utama BEI tidak dapat dilepaskan dari tekanan yang terjadi di pasar dalam waktu singkat, ketika IHSG mengalami koreksi tajam dan volatilitas meningkat ke level ekstrem.
“Dalam konteks ini, mundurnya pimpinan bursa menjadi sinyal bahwa stabilitas dan kepercayaan pasar sedang diuji,” kata Hendra.
Pada perdagangan Jumat pagi, IHSG tercatat melemah tipis. Hingga pukul 09.31 WIB, indeks berada di level 8.227,28 atau turun 4,92 poin. Secara intraday, IHSG sempat dibuka menguat di 8.308,72 dan mencetak level tertinggi di 8.408,30 sebelum tekanan jual kembali meningkat dan mendorong indeks turun ke level terendah harian di 8.224,05.
Aktivitas transaksi berlangsung cukup ramai. Hingga sesi pagi, total volume perdagangan di seluruh pasar mencapai 128,99 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp8,63 triliun dan frekuensi 890.690 kali. Di pasar reguler, volume tercatat 128,10 juta lot dengan nilai Rp8,39 triliun dan frekuensi 890.650 transaksi.
Tekanan pasar sebelumnya memicu trading halt pada Rabu, 28 Januari 2026, setelah IHSG turun 8 persen dan menyentuh level 8.261. Bursa menghentikan sementara perdagangan selama 30 menit pada pukul 13.43 hingga 14.13 WIB. Kondisi serupa kembali terjadi pada Jumat pagi, ketika IHSG turun 8 persen ke level 7.654 dan memicu trading halt pada pukul 09.26 hingga 09.56 WIB.
Iman Rachman menyampaikan pengunduran dirinya sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar yang terjadi dalam dua hari terakhir. Dalam pernyataannya kepada media di Gedung BEI, Jakarta, Iman menegaskan keputusan tersebut diambil tanpa sesi tanya jawab.
“Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” kata Iman.
Ia juga menyampaikan bahwa akan ada pelaksana tugas sementara hingga pemegang saham dan lembaga pengatur mandiri melakukan penunjukan Direktur Utama BEI secara definitif. Masa jabatan Direksi BEI periode 2022–2026 sendiri diangkat melalui RUPS 2022 dan berakhir pada 2026, sesuai ketentuan POJK Nomor 58/POJK.04/2016.
Menurut Hendra Wardana, ke depan pergerakan IHSG masih berpotensi fluktuatif seiring pelaku pasar mencermati arah kebijakan internal BEI dan proses penunjukan pimpinan baru.
“Pasar membutuhkan figur pemimpin bursa yang mampu memperkuat transparansi, tata kelola, dan menjawab ekspektasi lembaga indeks global terkait kualitas likuiditas dan free float,” ujarnya. (*)