KABARBURSA.COM – PT Jembo Cable Company Tbk (JECC), produsen kabel listrik, kabel telekomunikasi, dan panel surya yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 18 November 1992, melaporkan penjualan konsolidasi naik signifikan.
Direktur finance sekaligus corporate Secretary JECC, Antonius Benady mengatakan hingga Kuartal III 2025 mencapai Rp2.992,22 miliar , tumbuh 24,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang sebesar Rp2.401,38 miliar.
"Laba bersih per 30 September 2025 ikut meningkat signifikan menjadi Rp91,23 miliar, naik 101,37 persen dari laba bersih tahun lalu yang tercatat Rp45,30 miliar," kata Antonius dalam Public Expose yang digelar Rabu, 26 November 2025 di Mega Glodok Kemayoran Office Tower B, Jakarta Pusat.
JECC, yang berdiri sejak 17 April 1973 dan memiliki fasilitas produksi di kawasan Jatiuwung, Tangerang.
Meski demikian, manajemen mengakui bahwa realisasi laba bersih tersebut baru mencapai 60 persen dari target budget 2025 sebesar Rp151,68 miliar.
Antonius menegaskan bahwa peningkatan kinerja ini tidak lepas dari efisiensi yang dijalankan seluruh lini. “Kami menjaga disiplin biaya dan fokus pada produk dengan margin lebih tinggi,” ujarnya.
Dari sisi profitabilitas, kenaikan terlihat pada semua level. Laba kotor naik dari Rp210,42 miliar menjadi Rp260,43 miliar atau tumbuh 23,77 persen. Laba sebelum pajak meroket dari Rp57,53 miliar menjadi Rp117,10 miliar, setara kenaikan 103,54 persen. Manajemen menyatakan tren ini mencerminkan peningkatan permintaan kabel listrik dan telekomunikasi di tengah pemulihan proyek infrastruktur dan industri.
Dari sisi neraca, aset JECC per 30 September 2025 mencapai Rp2.568,99 miliar, naik 14 persen dari tahun sebelumnya. Ekuitas meningkat menjadi Rp914,34 miliar, sementara total liabilitas naik menjadi Rp1.654,64 miliar. Current ratio tercatat 127,40 persen, net income margin 3,05 persen, dan return on assets meningkat ke 3,6 persen.
Ia menegaskan bahwa 2025 menjadi tahun konsolidasi efisiensi sekaligus ekspansi pasar. Strategi utama JECC antara lain pengaturan manajemen kas yang lebih ketat, pengendalian biaya operasional di seluruh direktorat, serta penjualan yang diarahkan ke produk-produk ber-margin tinggi.
Selain itu, JECC fokus memperluas segmentasi pasar baru, memperkuat kerja sama dengan vendor material utama, serta mempercepat implementasi automasi di lini produksi. Perseroan juga menyiapkan investasi pada mesin baru dan peningkatan kapasitas produksi, selaras dengan proyeksi kebutuhan kabel di sektor energi dan telekomunikasi.
Antonius menambahkan bahwa manajemen tetap berhati-hati menghadapi risiko eksternal. Tantangan terbesar mereka masih pada volatilitas harga tembaga dan nilai tukar USD, serta persaingan industri yang makin ketat.(*)