KABARBURSA.COM - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan data perdagangan saham di selama sepekan periode 26—30 Januari 2026 ditutup bervariasi.
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian BEI yaitu sebesar 29,28 persen menjadi Rp43,76 triliun.
"Dari Rp33,85 triliun pada pekan sebelumnya, " ujar dia dalam keterangannya dikutip, Sabtu, 31 Januari 2026.
Rata-rata frekuensi transaksi harian turut mengalami peningkatan menjadi 3,82 juta kali transaksi, atau meningkat 1,59 persen dari 3,76 juta kali transaksi pada pekan lalu.
Namun, data volume transaksi harian Bursa pada pekan ini mengalami penurunan yaitu sebesar 3,69 persen menjadi 63,3 miliar lembar saham dari 65,73 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Sementara itu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga tergelincir dalam. Pada pekan ini, indeks ditutup di level 8.329,606 atau menyusut 6,94 persen dari posisi 8.951,010 pada pekan lalu.
Diketahui, BEI sempat memberlakukan pembekuan sementara perdagangan atau trading halt selama dua hari beruntun yakni 28-29 Januari 2026 setelah IHSG turun hingga 8 persen.
Adapun, kapitalisasi pasar BEI turut mengalami penhrunan sebesar 7,37 persen menjadi Rp15.046 triliun dari Rp16.244 triliun pada sepekan sebelumnya.
"Investor asing hari ini (Jumat, 30 Januari 2026) mencatatkan nilai jual bersih Rp1,53 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp9,88 triliun," jelas Kautsar.
Dirut BEI Undur Diri
Sebelumnya diberitakan, Direktur Utama BEI Iman Rachman resmi mengundurkan diri dari jabatannya, menyusul gejolak pasar modal yang menyebabkan IHSG mengalami trading halt dalam dua hari beruntun.
Pengunduran diri tersebut disampaikan langsung oleh Iman Rachman dalam pernyataan resmi di hadapan awak media pada Jumat pagi. Ia menegaskan keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Saya sebagai Direktur Utama BEI menyatakan mengundurkan diri sebagai bentuk tanggung jawab atas apa yang terjadi,” ujar Iman di Gedung BEI, Jumat, 30 Januari 2026.
Ia menambahkan, keputusan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kepercayaan dan stabilitas pasar modal Indonesia ke depan.
“Saya berharap ini yang terbaik untuk pasar modal kita,” katanya singkat.
Iman juga menyampaikan harapannya agar kondisi IHSG yang mulai membaik pada pembukaan perdagangan hari ini dapat terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Dalam pernyataannya, Iman menegaskan tidak akan ada sesi tanya jawab dan meminta publik menghormati keputusan yang telah diambil.
“Dengan pengunduran diri ini, semoga pasar modal kita menjadi lebih baik,” ujarnya.
Pengunduran diri Iman Rachman terjadi setelah IHSG mengalami tekanan signifikan yang memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt sebanyak dua kali.(*)