KABARBURSA.COM - PT Indonesian Paradise Property Tbk atau Paradise Indonesia (INPP) memperkuat ketahanan kinerja melalui transformasi portofolio sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang untuk mendorong target recurring income 75 persen dari total pendapatan konsolidasi pada tahun 2026.
Strategi Perusahaan difokuskan pada pembangunan struktur pendapatan yang tangguh secara fundamental (structurally resilient revenue mix) yang ditopang oleh aset- aset penghasil pendapatan di segmen perhotelan dan komersial.
Komposisi portofolio ini meningkatkan visibilitas arus kas, serta memperkuat stabilitas kinerja keuangan Perusahaan.
CEO Paradise Indonesia, Anthony Susilo mengatakan Paradise Indonesia terus memperkuat struktur pendapatan dengan menjaga porsi recurring income di kisaran 70 persen seiring pengembangan aset yang dilakukan secara konsisten.
"Kami memiliki pendekatan yang tidak hanya sebagai pemilik properti, tetapi juga aktif sebagai pengembang yang menciptakan experience value dari properti ikonik milik kami,” ujar dia dalam keterangannya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Adapun pada 2025, Paradise Indonesia melengkapi Antasari Place apartment—aset strategis Perusahaan yang berlokasi di Jakarta Selatan—dengan menghadirkan serviced apartment Citadines Antasari Jakarta dalam satu kawasan, dan area extension di pusat perbelanjaan 23 Paskal - Bandung.
Langkah tersebut berkontribusi terhadap peningkatan profitabilitas dan kualitas imbal hasil portofolio Perusahaan.
Memasuki 2026, Paradise Indonesia menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sekitar 5–10 persen, yang didukung oleh kelanjutan monetisasi unit residensial Antasari Place Tower 1 serta tambahan kontribusi arus kas dari 23 Semarang Shopping Center yang dijadwalkan mulai beroperasi pada semester I tahun ini.
Di samping itu, emiten bidang perhotelan, komersial, dan penjualan properti ini juga akan mengembangkan konsep properti low-density lifestyle di Balikpapan sebagai langkah diversifikasi segmen baru sebagai bagian dari transformasi bisnis Paradise Indonesia tahun ini yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Selain mengoptimalkan kinerja aset eksisting, Perusahaan diklaim konsisten menjalankan strategi perluasan pasar melalui ekspansi yang terukur dan selektif.(*)