Logo
>

Harga Emas Anjlok 8,8 Persen Usai Trump Tunjuk Warsh

Aksi ambil untung meledak setelah Trump menyebut Kevin Warsh calon pimpinan The Fed, mendorong dolar menguat dan memicu koreksi terdalam emas dan perak dalam puluhan tahun.

Ditulis oleh Yunila Wati
Harga Emas Anjlok 8,8 Persen Usai Trump Tunjuk Warsh
Harga emas langsung anjlok usai Trump menunjuk Warsh gantikan Powell. Foto: Dok KabarBursa.

KABARBURSA.COM – Harga emas global jatuh tajam pada perdagangan Jumat waktu setempat, 30 Januari 2026. Pergerakan ini berpotensi menjadi penurunan satu hari terbesar sejak 1983. 

Tekanan muncul ketika investor melakukan aksi ambil untung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menyebut mantan Gubernur Federal Reserve Kevin Warsh sebagai pilihannya untuk memimpin bank sentral AS.

Reuters melaporkan, pasar segera mengaitkan pilihan Warsh dengan penguatan dolar AS dan perubahan perhitungan suku bunga, sehingga arus profit-taking membesar di logam mulia. 

Per pukul 12.30 p.m. ET, harga emas spot turun 8,9 persen ke level USD4.915,17 per troy ounce, sementara emas berjangka AS turun 7,7 persen ke USD4.940,70. Pada saat yang sama, perak jatuh 21,92 persen ke USD90,66.

Suki Cooper dari Standard Chartered mengatakan ekspektasi imbal hasil riil dan penguatan dolar menjadi pemicu aksi ambil untung. 

“Expectations for real yields and the dollar helped trigger the profit-taking,” kata Cooper, dikutip Reuters

Dari sisi lain, Joe Cavatoni dari World Gold Council menyebut emas makin dilihat sebagai alokasi strategis dalam portofolio.

Besarnya koreksi terjadi setelah pasar berada dalam tren naik kuat dan posisi spekulatif mengarah ke satu sisi. Tercatat, emas sempat mencetak rekor baru di atas USD5.500, sementara reli perak berlangsung lebih ekstrem dibanding emas. Emas pada Kamis, 29 Januri 2026, sempat menyentuh rekor USD5.594,82 sebelum berbalik turun.

Dolar AS Menguat

Penguatan dolar AS menjadi latar penting pergerakan hari itu, bersamaan dengan penyesuaian ekspektasi pemangkasan suku bunga. Kirstine Kundby-Nielsen, analis Danske Bank, mengatakan penunjukan Warsh memberi dukungan bagi dolar dan meredakan kekhawatiran soal bank sentral yang terlalu dovish atau makin terpolitisasi. 

“Aku katakan ini jadi sentimen positif bagi dolar,” kata Kundby-Nielsen.

Kontrak fed funds futures menunjukkan perubahan perhitungan pasar terkait laju pelonggaran kebijakan. Pelaku pasar langsung memproyeksikan total pemangkasan 52 basis poin tahun ini, dengan penurunan pertama diperkirakan pada Juni. Dalam laporan yang sama, Trump menyebut Warsh sebagai penerus Jerome Powell ketika masa jabatan pimpinan The Fed berakhir pada Mei.

Sejumlah pelaku pasar menyoroti bahwa pelemahan tidak berlangsung bertahap, melainkan terjadi lewat transaksi besar dalam waktu singkat. David Meger, Director of Metals Trading High Ridge Futures, menyebut pasar melihat aksi jual dramatis setelah logam mulia mencetak rekor baru. 

“Kami melihat aksi jual dramatis terhadap logam mulia yang membuat rekor baru,” kata Meger.

Pembahasan arus spekulatif juga mengemuka ketika harga bergerak ekstrem dibanding kondisi permintaan fisik. Guy Wolf dari Marex mengatakan aliran spekulatif membuat sebagian pasar logam yang lebih kecil “totally detached” dari area ketika permintaan fisik masih kuat. 

UBS Naikkan Proyeksi Harga Emas

Dalam konteks yang sama, UBS menaikkan proyeksi harga emas dan perusahaan kripto Tether berencana mengalokasikan 10 persen hingga 15 persen portofolionya ke emas fisik.

Pasar fisik tetap aktif meski volatilitas meningkat. Premi emas di India menyentuh level tertinggi dalam satu dekade, sementara permintaan di China bertahan dari sisi perhiasan dan minat investasi. Kontras ini muncul ketika perdagangan berjangka menjadi kanal utama yang mendorong pergerakan harga intraday.

Penurunan harga emas segera menekan instrumen yang terhubung langsung dengan bullion dan saham-saham terkait. SPDR Gold Shares, ETF emas yang diperdagangkan seperti saham, turun 12,14 persen ke USD435,80 pada perdagangan tengah hari. 

Financial Times, yang dikutip Yahoo Finance, melaporkan saham penambang seperti Newmont dan Barrick turun sekitar 10 persen.

Dampaknya juga terlihat di pasar Kanada ketika sektor material dan tambang terkoreksi. Bursa Toronto turun lebih dari 2 persen karena saham-saham material dan pertambangan melemah seiring penurunan bullion. Pergerakan tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi perak yang menjadi salah satu penekan terbesar di kompleks logam.

Sinyal Inflasi AS

Sinyal inflasi AS turut menjadi latar yang menahan ekspektasi pelonggaran kebijakan. Indeks harga produsen naik 0,5 persen pada Desember, menjadi kenaikan terbesar dalam lima bulan, seiring sebagian perusahaan diduga meneruskan biaya yang berkaitan dengan tarif. Data itu menjadi salah satu pengingat bahwa ruang pemangkasan suku bunga dapat berubah seiring pembacaan inflasi dan biaya.

Proses menuju kursi pimpinan The Fed juga disebut akan melalui sorotan politik yang ketat. Warsh akan menghadapi pengujian kuat, dengan setidaknya satu senator kunci mengancam akan memblokir nominasi pejabat The Fed sampai investigasi Departemen Kehakiman diselesaikan. 

Di kalender data, laporan ketenagakerjaan AS pada 6 Februari dan rilis indeks harga konsumen pada 11 Februari sebagai agenda berikutnya yang dapat menggeser ekspektasi suku bunga dan pergerakan imbal hasil riil yang dipantau pelaku pasar emas.(*)

Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

Gabung Sekarang

Jurnalis

Yunila Wati

Telah berkarier sebagai jurnalis sejak 2002 dan telah aktif menulis tentang politik, olahraga, hiburan, serta makro ekonomi. Berkarier lebih dari satu dekade di dunia jurnalistik dengan beragam media, mulai dari media umum hingga media yang mengkhususkan pada sektor perempuan, keluarga dan anak.

Saat ini, sudah lebih dari 1000 naskah ditulis mengenai saham, emiten, dan ekonomi makro lainnya.

Tercatat pula sebagai Wartawan Utama sejak 2022, melalui Uji Kompetensi Wartawan yang diinisiasi oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan nomor 914-PWI/WU/DP/XII/2022/08/06/79