Logo
>

Perhatikan, Deretan Saham ini Mulai Diperdagangkan Lagi

BEI membuka kembali perdagangan sejumlah saham yang sebelumnya disuspensi mulai 2 Februari 2026. Simak saham apa saja yang kembali aktif hari ini.

Ditulis oleh Syahrianto
Perhatikan, Deretan Saham ini Mulai Diperdagangkan Lagi
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham empat emiten yang sebelumnya dikenakan penghentian sementara perdagangan atau suspensi. (Foto: Dok. KabarBursa)

Poin Penting :

    KABARBURSA.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali perdagangan saham empat emiten yang sebelumnya dikenakan penghentian sementara perdagangan atau suspensi, efektif mulai Sesi I perdagangan Senin, 2 Februari 2026. 

    Berdasarkan pengumuman, pembukaan suspensi tersebut berlaku di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, serta mencakup satu instrumen waran yang sebelumnya ikut dihentikan perdagangannya.

    Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pembukaan kembali suspensi dilakukan setelah mempertimbangkan hasil penilaian bursa atas kondisi masing-masing emiten. 

    Pernyataan tersebut disampaikan bersama Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A.

    “Berdasarkan penilaian bursa, suspensi atas perdagangan saham dibuka kembali mulai sesi I tanggal 2 Februari 2026,” demikian pernyataan BEI, dikutip Senin, 2 Februari 2026.

    Emiten pertama yang kembali diperdagangkan adalah PT Multikarya Asia Pasifik Raya Tbk (MKAP). BEI membuka kembali suspensi atas perdagangan saham MKAP di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. Sebelumnya, saham MKAP dikenakan penghentian sementara perdagangan tertanggal 21 Januari 2026.

    Dengan keputusan tersebut, investor kembali dapat melakukan transaksi atas saham MKAP sejak pembukaan perdagangan hari ini.

    Selain MKAP, BEI juga membuka kembali suspensi atas saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA). Tidak hanya saham, pembukaan suspensi juga berlaku untuk Waran Seri II PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA-W). 

    Saham MGNA kembali diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, sementara MGNA-W dibuka di Seluruh Pasar.

    Dengan keputusan ini, seluruh instrumen MGNA yang sebelumnya dihentikan sementara kembali aktif diperdagangkan mulai Sesi I 2 Februari 2026.

    Emiten ketiga yang kembali masuk ke papan perdagangan adalah PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE). BEI membuka kembali suspensi atas perdagangan saham SPRE di Pasar Reguler dan Pasar Tunai. 

    Sebelumnya, saham SPRE dikenakan penghentian sementara tertanggal 19 Januari 2026.

    Adapun emiten keempat yang suspensinya dicabut adalah PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO). BEI membuka kembali suspensi atas perdagangan saham NATO di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, efektif mulai Sesi I 2 Februari 2026. 

    Sebelumnya, saham NATO dikenakan suspensi tertanggal 22 Januari 2026.

    Dengan keputusan tersebut, perdagangan saham NATO kembali berjalan normal di dua pasar utama bursa.

    Seluruh pengumuman pembukaan suspensi ini disampaikan BEI kepada Otoritas Jasa Keuangan, Kustodian Sentral Efek Indonesia, Kliring Penjaminan Efek Indonesia, serta masing-masing direksi emiten terkait. 

    BEI menegaskan bahwa keputusan pembukaan suspensi diambil berdasarkan evaluasi bursa atas kondisi perdagangan dan pemenuhan ketentuan yang berlaku.

    Dengan dibukanya kembali suspensi atas empat emiten tersebut, investor kini dapat mencermati kembali pergerakan saham MKAP, MGNA, MGNA-W, SPRE, dan NATO pada perdagangan hari ini, Senin, 2 Februari 2026. (*)

    Dapatkan Sinyal Pasar Saat Ini

    Ikuti kami di WhatsApp Channel dan dapatkan informasi terbaru langsung di ponsel Anda.

    Gabung Sekarang

    Jurnalis

    Syahrianto

    Jurnalis ekonomi yang telah berkarier sejak 2019 dan memperoleh sertifikasi Wartawan Muda dari Dewan Pers pada 2021. Sejak 2024, mulai memfokuskan diri sebagai jurnalis pasar modal.

    Saat ini, bertanggung jawab atas rubrik "Market Hari Ini" di Kabarbursa.com, menyajikan laporan terkini, analisis berbasis data, serta insight tentang pergerakan pasar saham di Indonesia.

    Dengan lebih dari satu tahun secara khusus meliput dan menganalisis isu-isu pasar modal, secara konsisten menghasilkan tulisan premium (premium content) yang menawarkan perspektif kedua (second opinion) strategis bagi investor.

    Sebagai seorang jurnalis yang berkomitmen pada akurasi, transparansi, dan kualitas informasi, saya terus mengedepankan standar tinggi dalam jurnalisme ekonomi dan pasar modal.