KABARBURSA.COM - PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) kembali memperdalam penetrasinya di segmen pemerintahan dengan mendukung peluncuran layanan darurat terpadu Barsel Siaga 112 di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.
Langkah ini menandai manuver strategis perusahaan dalam menggarap proyek digitalisasi layanan publik tingkat daerah. Sebagai penyedia infrastruktur telekomunikasi sekaligus solusi contact center, JAST menyediakan teknologi pusat panggilan (Public Safety Answering Point/PSAP) berikut dukungan teknisnya. Sistem tersebut dirancang untuk mengonsolidasikan seluruh panggilan darurat menuju instansi terkait—mulai dari pemadam kebakaran, ambulans, kepolisian, hingga unit penanganan bencana.
“JAST berkomitmen menghadirkan teknologi yang reliabel untuk mendukung pemerintah daerah menyediakan layanan yang aman, sigap, dan memberikan ketenteraman bagi masyarakat,” ujar perwakilan manajemen dalam siaran pers melalui Keterbukaan Informasi di laman resmi IDX, Rabu 3 Desember 2025.
Partisipasi JAST dalam proyek ini sejalan dengan agenda pemerintah memperluas implementasi layanan panggilan darurat nasional 112 ke berbagai wilayah. Nomor tunggal darurat tersebut dapat diakses gratis selama 24 jam, bahkan tanpa kartu SIM, selama perangkat masih memperoleh sinyal.
Bagi JAST, kolaborasi ini membuka peluang pendapatan baru dari segmen pemerintah daerah sekaligus memperkaya portofolio proyek yang berpotensi direplikasi di wilayah lain. Ekspansi ke sektor public safety dan layanan kedaruratan menjadi salah satu strategi perusahaan untuk memperluas bisnis di luar layanan telekomunikasi korporat tradisional.
Dengan sokongan teknologi dari JAST, masyarakat Barito Selatan kini dapat menjangkau berbagai layanan darurat cukup dengan menekan 112. Inisiatif ini menegaskan komitmen daerah dalam meningkatkan keselamatan publik melalui pemanfaatan teknologi yang lebih adaptif.
Layanan panggilan darurat 112 sendiri merupakan program nasional yang dikembangkan sejak 2015. Sistem ini dikelola oleh pemerintah kabupaten/kota melalui pusat komando lokal yang meneruskan laporan ke instansi penanganan darurat terkait. Hingga 2024–2025, cakupannya terus meluas ke berbagai daerah di Indonesia.