KABARBURSA.COM – PT Plaza Indonesia Realty Tbk (PLIN) mencatat laba bersih sekitar Rp530,9 miliar sepanjang tahun buku 2025. Angka tersebut meningkat dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp493,3 miliar.
Berdasarkan laporan keuangan yang berakhir pada 31 Desember 2025, perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp1,71 triliun sepanjang tahun berjalan.
Pendapatan tersebut meningkat dibandingkan periode 2024 yang tercatat sekitar Rp1,63 triliun, atau tumbuh sekitar 4,7 persen secara tahunan.
Seiring pertumbuhan pendapatan tersebut, laba bersih perseroan meningkat sekitar 7,6 persen secara tahunan.
Jika dibandingkan dengan total pendapatan, laba bersih tersebut mencerminkan margin laba bersih sekitar 31 persen.
Kinerja perseroan terutama ditopang oleh segmen pusat perbelanjaan, yang menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan.
Berdasarkan laporan segmen usaha, pendapatan dari operasional pusat perbelanjaan tercatat sekitar Rp1,03 triliun sepanjang 2025 atau sekitar 60 persen dari total pendapatan perseroan.
Pendapatan tersebut berasal dari penyewaan ruang ritel, service charge, serta pendapatan operasional Plaza Indonesia Shopping Center.
Aset pusat perbelanjaan ini menjadi salah satu properti ritel premium yang berlokasi di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu distrik bisnis utama di ibu kota.
Selain segmen ritel, segmen perhotelan juga menjadi penopang utama kinerja perusahaan.
Pendapatan dari operasional hotel tercatat sekitar Rp540 miliar pada 2025 atau sekitar 31 persen dari total pendapatan.
Pendapatan tersebut berasal dari operasional Grand Hyatt Jakarta, hotel berbintang yang berada di dalam kompleks Plaza Indonesia.
Sementara itu, pendapatan dari penjualan properti dan jasa lainnya tercatat sekitar Rp130 miliar sepanjang tahun buku 2025.
Pendapatan ini berasal dari penjualan unit properti, jasa pengelolaan properti, serta pendapatan operasional lainnya.
Dari sisi posisi keuangan, total aset Plaza Indonesia Realty tercatat sekitar Rp14,94 triliun pada akhir 2025.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi aset pada akhir tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp14,62 triliun.
Sementara itu, total liabilitas perseroan tercatat sekitar Rp5,02 triliun hingga akhir periode laporan keuangan.
Adapun total ekuitas perusahaan tercatat sekitar Rp9,92 triliun pada akhir tahun buku 2025. (*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.