KABARBURSA.COM – Untuk kesekiankalinya, pemegang saham pengendali PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) Prajogo Pangestu, memperkecil kepemilikan sahamnya. Aksi ini bukan tanpa tujuan, karena diam-diam porsi saham beredar di publik atau free float.
Struktur kepemilikan saham CUAN sejak awal memang sangat terkonsentrasi. Data terakhir menunjukkan Prajogo Pangestu menggenggam sekitar 94,54 miliar saham atau setara 84,09 persen.
Sementara itu, porsi publik (masyarakat non-warkat) berada di kisaran 17,83 miliar saham atau 15,86 persen, dengan saham treasury hanya sekitar 0,0176 persen. Artinya, sebelum rangkaian transaksi ini, free float CUAN berada di sekitar level 15,8 persen. Angka ini cukup tipis untuk ukuran likuiditas pasar.
Karenanya, aksi PP diperlukan untuk meningkatkan jumlah saham beredar di publik. Aksi ini terjadi sejak akhir Maret hingga awal April 2026, dalam beberapa lapis harga, mulai dari Rp1.045 hingga Rp1.150 per saham. Volume yang dilepas tidak kecil, mencapai ratusan juta saham dalam beberapa hari beruntun.
Polanya kemudian berlanjut pada 9 April 2026, ketika Prajogo melepas 625,62 juta saham di harga Rp1.177. Lalu, kembali terjadi pada 16–17 April dengan penjualan 57,15 juta saham di rentang Rp1.533–Rp1.600.
Jika ditarik garis lurus, aksi ini memang bukan satu transaksi Tunggal. Ada rangkaian distribusi bertahap yang tujuannya menjaga tekanan pasar tetap terkendali.
Harga jual yang naik dari kisaran Rp1.045 ke Rp1.533 juga menunjukkan bahwa pelepasan dilakukan mengikuti level harga yang bergerak. Jadi, bukan hanya ada di satu titik tertentu.
Dari sisi struktur kepemilikan, dampaknya mulai terlihat meski masih terbatas. Pasca transaksi 16–17 April, kepemilikan Prajogo turun menjadi sekitar 92,5 miliar saham atau 82,3379 persen. Jika dikombinasikan dengan saham treasury sebesar 0,0176 persen, maka porsi saham publik secara matematis naik menjadi sekitar 17,64 persen.
Perhitungan ini sederhana namun penting. Dengan total kepemilikan:
- Prajogo Pangestu: 82,3379 persen
- Treasury: 0,0176 persen
Maka sisa untuk publik:
100 persen – 82,3379 persen – 0,0176 persen = 17,6445 persen
Artinya, free float CUAN telah naik dari sekitar 15,86 persen menjadi mendekati 17,6 persen. Kenaikan ini sekitar 1,7 poin persentase dalam waktu relatif singkat, karena didorong langsung oleh distribusi saham pengendali.
Namun, jika melihat target implisit dari narasi manajemen—yakni “menambah free float”—angka tersebut masih berada di fase awal. Dengan kepemilikan pengendali yang masih di atas 82 persen, ruang untuk peningkatan free float masih terbuka lebar jika aksi serupa berlanjut.
Yang menarik, seluruh transaksi ini dilakukan tanpa mengubah status pengendalian. Bahkan setelah beberapa gelombang penjualan, Prajogo tetap menjadi pemegang saham mayoritas absolut. Ini menegaskan bahwa strategi yang dijalankan bukanlah exit, melainkan reposisi struktur kepemilikan.
Dalam konteks pasar, perubahan komposisi ini membawa implikasi langsung pada likuiditas. Semakin besar free float, maka semakin besar pula ruang transaksi di pasar reguler.
Dengan basis saham publik yang lebih lebar, pergerakan harga cenderung lebih responsif terhadap permintaan dan penawaran riil, bukan hanya dikendalikan oleh konsentrasi kepemilikan.
Rangkaian transaksi yang terjadi dari akhir Maret hingga pertengahan April menunjukkan bahwa distribusi dilakukan bertahap, pada berbagai level harga, dengan volume signifikan, dan dengan tujuan eksplisit meningkatkan porsi publik.
Free float yang kini mendekati 17,6 persen meski belum mencapai level yang benar-benar longgar dari sisi struktur pasar.(*)
Berita atau informasi yang Anda baca membahas emiten atau saham tertentu berdasarkan data yang tersedia dari keterbukaan informasi PT Bursa Efek Indonesia dan sumber lain yang dapat dipercaya. Konten ini tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan konsultasikan keputusan investasi Anda dengan penasihat keuangan profesional. Pastikan Anda memahami risiko dari setiap keputusan investasi yang diambil.